Disperindag Maluku Pastikan Ketersediaan Stok Bapok Hingga 3 Bulan Kedepan

IMG 20220422 WA0004

Koreri.com Ambon – Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) setempat memastikan ketersediaan bahan pokok (bapok) di wilayah itu mencapai 2 – 3 bulan kedepan.

“Jadi sesuai perintah Bapak Gubernur, kita menginformasikan kepada masyarakat bahwa ketersediaan sembako di Provinsi Maluku dalam kondisi terjangkau, tersedia sekitar 2 – 3 bulan kedepan,” terangnya, di Ambon, Rabu (20/4/2022).

Yahya memastikan, menyangkut harga khususnya minyak goreng itu relatif secara nasional tetapi lain daripada itu semua dalam harga yang terjangkau.

“Ketika kemarin saya meninjau pasar Mardika, harga cabai malah turun Rp500, itu hal yang menggembirakan. Telur juga masih stabil sekitar Rp1700 – 1800 per butir, gula pasir agak sedikit naik Rp500 karena kondisi panen, terigu juga agak sedikit naik Rp750 diakibatkan karena bahan baku gandum yang selama ini diimpor dari Ukraina terdampak dengan kondisi global internasional, maka dialihkan impornya dari Australia,” urainya.

Yahya tak menampik, jika gandum dari Australia kualitasnya tak sebanding dengan yang diimpor dari Ukraina.

“Makanya teman-teman produsen di Makassar agak kesulitan untuk mendapatkan gandum kualitas yang baik dalam jumlah yang banyak, yang menyebabkan produksi agak tertahan,” jelasnya sembari menambahkan hingga Lebaran nanti, pihaknya tetap melakukan pemantauan.

Pemantauan yang dilakukan setiap hari mengingat adanya pergerakan harga barang yang belum begitu stabil.

“Pemantauan setiap hari ke pasar-pasar modern juga pasar rakyat. Dua hari dalam seminggu dilakukan pemantauan ke distributor yang ada di Kota Ambon yang jumlahnya kurang lebih 22 agen,” akuinya.

Pemantauan juga dilakukan oleh Satgas Pangan di 11 kabupaten/kota secara intens setiap hari.

“Dan mereka menyampaikan laporan kepada Disperindag Maluku sehingga kami mengekspor data-data ketersediaan bahan pokok dalam kondisi stabil,” tandas Yahya.

BKL