as
as

Lukas Enembe Tulis Surat ke Ketua KPK Minta Izin Berobat ke Singapura

IMG 20230202 WA0018

Koreri.com, Jayapura – Gubernur Papua Non Aktif Lukas Enembe dikabarkan telah menulis surat kepada pimpinan KPK RI untuk meminta izin berobat ke Singapura.

Hal itu dibenarkan salah satu tim hukum Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening dalam sebuah pernyataan yang disampaikannya di Jayapura, Rabu (1/2/2023).

as

“Iya, saya baru koordinasi dengan teman di KPK, baru saja surat tulis tangan Bapak Lukas Enembe sudah masuk ke sana. Substansinya adalah pak Lukas Enembe minta agar segera berangkatkan berobat ke Singapura dengan alasan beliau tidak tahan dengan kondisi dalam rumah tahanan KPK,” ungkapnya.

Nantinya, sambung Roy Rening, Firli Bahuri selaku pimpinan KPK RI yang akan menjawab surat tulisan tangan Lukas Enembe itu.

“Sekali lagi, substansinya adalah pak Lukas Enembe minta agar Ketua KPK memberikan ijin ke Singapura untuk berobat dengan alasan pak Lukas dalam kondisi kesehatan yang semakin menurun,” sambungnya.

Roy Rening di kesempatan itu, menegaskan tim hukum saat ini memang fokus kepada hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan Lukas Enembe.

Alasan kedua, lanjut dia, yang menjadi persoalan saat ini secara hukum bahwa Lukas Enembe dan istrinya Yulce Wenda menolak untuk dirawat di RSPAD Gatot Subroto yang tentunya atas dasar pertimbangan subjektif dan objektif.

“Hal ini bukan berarti bahwa pak Lukas Enembe dan keluarga tidak mempercayai dokter Indonesia.

Sekali lagi saya tegaskan bukan dalam pengertian bahwa Gubernur Lukas Enembe atau istrinya tidak percaya dokter Indonesia tapi lebih kepada pilihan dia sesuai UU Kesehatan bahwa pasien berhak untuk menentukan dokter siapa yang merawat dia. Dan pilihan itu bukan tiba-tiba karena pak Lukas Enembe punya riwayat pengobatan itu dirawat di Singapura,” bebernya.

Oleh karena itu, pihaknya selaku tim kuasa hukum meminta dengan segala hormat kepada pimpinan KPK RI agar memperhatikan permintaan ini khususnya yang berkaitan dengan kesehatan Lukas Enembe.

“Karena bagi kami perkara ini bisa jalan kalau pak Lukas Enembe sehat, kalau masih sakit pasti perkara ini tidak bisa maju,” harapnya.

EHO

as