Empat Hari di Laut, Nelayan Asal Tual Ditemukan Selamat di Perairan Maluku Tenggara

IMG 20261026 103107

Koreri.com, Tual – Setelah empat hari pencarian, nelayan asal Kota Tual, Ardi Rengirit (51), akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di perairan antara Kepulauan Aru dan Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (25/10/2026).

Korban ditemukan oleh kapal KM Gisel sekitar pukul 13.15 WIT dalam kondisi hanyut dan terombang-ambing di laut.

Selanjutnya, Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi dan membawa korban kembali ke Kota Tual.

Koordinator Pos SAR Tual, Masly Roger Ulath, menjelaskan bahwa operasi pencarian pada hari keempat masih menghadapi tantangan berupa jarak pandang yang terbatas akibat kabut.

Untuk memperluas area pencarian, satu unit KN SAR Bharata dikerahkan sejak pukul 08.00 WIT menuju sejumlah titik koordinat sesuai peta pencarian atau SAR Maps.

“Pada hari keempat pencarian korban, visibility masih menjadi tantangan bagi Tim SAR Gabungan. Untuk itu, satu unit KN SAR Bharata dikerahkan guna memperluas area pencarian,” ujar Ulath.

Di tengah operasi tersebut, sekitar pukul 14.47 WIT, Tim SAR Gabungan menerima informasi bahwa korban telah ditemukan dan diselamatkan oleh KM Gisel di perairan antara Kepulauan Aru dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Setelah menerima informasi dan berkoordinasi dengan awak KM Gisel, KN SAR Bharata langsung bergerak menuju titik koordinat kapal tersebut untuk mengevakuasi korban.

Pada pukul 17.28 WIT, KN SAR Bharata berhasil menjangkau KM Gisel. Korban kemudian dievakuasi untuk dibawa menuju Kota Tual.

Ulath menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh awak KM Gisel atas komunikasi dan kerja sama yang telah membantu proses penyelamatan korban.

Tim SAR Gabungan akhirnya tiba di Dermaga PT Samudera Indo Sejahtera Tual pada pukul 20.52 WIT. Setibanya di dermaga, korban diserahkan kepada pihak keluarga.

Sempat Kehabisan BBM dan Hanyut Akibat Kabut Tebal

Sebelumnya, Pos SAR Tual menerima laporan dari istri korban, Halima Tamher, pada Kamis (22/10/2026) pukul 19.26 WIT.

Dalam laporannya, Halima menyampaikan bahwa suaminya pergi memancing di sekitar perairan Pulau Baer pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIT. Namun, korban tidak kunjung kembali ke rumah.

Berdasarkan keterangan korban setelah ditemukan, dirinya sempat berusaha kembali ke Kota Tual. Akan tetapi, kabut tebal menyebabkan korban kehilangan arah hingga akhirnya kehabisan bahan bakar minyak (BBM) dan hanyut di laut.

Setelah dilakukan pencarian selama empat hari, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan dikembalikan kepada keluarganya.

Operasi SAR Resmi Ditutup

Operasi SAR ini melibatkan sejumlah unsur potensi SAR, yakni Pos SAR Tual, awak KN SAR Bharata, Lanal Tual, Polair Tual, Bakamla Tual, serta keluarga korban.

Adapun sarana dan peralatan yang digunakan dalam operasi tersebut meliputi KN SAR 242 Bharata dan longboat masyarakat.

Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca di lapangan dilaporkan berkabut, dengan angin timur hingga barat berkecepatan 14 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat dan telah diserahkan kepada pihak keluarga, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.

Keberhasilan ini menjadi bukti pentingnya koordinasi, komunikasi, dan kerja sama antara tim penyelamat serta masyarakat dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan di laut.

RLS