Ronny Loppies: AIMF 2026 Momentum Perkuat Ambon sebagai Kota Musik Dunia

IMG 20261030 172409

Koreri.com, Ambon – Memeriahkan tujuh tahun penetapan Ambon sebagai UNESCO City of Music, Ambon Music Office (AMO) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon serta Pemerintah Kota Ambon menggelar Amboina International Music Festival (AIMF) 2026.

Direktur Ambon Music Office (AMO) sekaligus Focal Point Ambon UNESCO City of Music, Ronny Loppies, mengatakan AIMF 2026 memasuki penyelenggaraan ketujuh dengan menghadirkan sejumlah agenda yang tidak hanya berfokus pada pertunjukan musik, tetapi juga pendidikan, penguatan jejaring kota kreatif, serta pengembangan ekonomi masyarakat.

“Ada tiga agenda utama dalam pelaksanaan AIMF 2026,” ujar Ronny Loppies kepada media ini, Jumat (30/10/2026).

Pertama, Music & Cities Forum, yakni forum diskusi yang mempertemukan berbagai daerah untuk berbagi pengalaman dan gagasan mengenai pengembangan kota berbasis kreativitas, musik, dan budaya.

Kedua, School Musical Recital, yang menampilkan hasil pembelajaran kurikulum muatan lokal wajib musik tradisional dari enam sekolah pilot project dan enam sekolah imbas di Kota Ambon.

Ketiga, World Music Concert yang berlangsung pada 30–31 Oktober 2026. Pertunjukan ini menghadirkan musisi dari luar negeri, termasuk Belanda dan Belgia melalui kerja sama dengan Erasmus Huis Jakarta, serta musisi nasional dan lokal.

Ronny menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini memberikan porsi lebih besar kepada musisi lokal dibandingkan pelaksanaan dua tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk membuka ruang lebih luas bagi talenta musik daerah sekaligus menciptakan keseimbangan dengan kehadiran musisi internasional.

Selain pertunjukan musik, seluruh rangkaian AIMF 2026 juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Keterlibatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Terkait penguatan jejaring kota kreatif UNESCO, Ronny mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah melakukan pertemuan dengan Wali Kota Ambon pada 28 Oktober 2026 untuk membahas sejumlah peluang kerja sama yang akan terus dikembangkan.

Sementara itu, komunikasi dengan Kota Malang dilakukan melalui pertemuan antara Kepala Bappeda Provinsi Maluku dan Kepala Bappeda dari Kota Malang.

Menurut Ronny, jejaring tersebut membuka peluang kolaborasi antara Ambon sebagai Kota Musik, Ponorogo sebagai Kota Kerajinan dan Kesenian Rakyat, serta Malang sebagai Kota Media Arts.

Selain ketiga daerah tersebut, AIMF 2026 juga melibatkan perwakilan Jakarta dan Kabupaten Manokwari. Kepala Bappeda Kabupaten Manokwari dijadwalkan hadir pada Sabtu untuk mengikuti rangkaian kegiatan festival.

Melalui AIMF 2026, Ronny berharap musik tidak hanya menjadi identitas Kota Ambon dan sarana hiburan, tetapi juga menjadi kekuatan dalam pendidikan, pelestarian budaya, pengembangan kreativitas generasi muda, serta penggerak ekonomi masyarakat.

Ia berharap festival ini semakin memperkuat posisi Ambon dalam jaringan kota kreatif dunia melalui kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan kerja sama dengan berbagai daerah maupun komunitas internasional.

AIMF 2026 diharapkan menjadi bukti bahwa musik bukan sekadar pertunjukan, melainkan kekuatan untuk membangun pendidikan, budaya, kreativitas, dan kesejahteraan masyarakat.

JFL