Koreri.com, Nabire – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) November 2026 yang beredar melalui flyer di media sosial.
Informasi tersebut dipastikan tidak benar alias hoaks karena memuat klaim bahwa Pemprov Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa telah mengajukan kuota CPNS lebih dari 30 ribu formasi kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, dalam keterangan persnya, Minggu (8/11/2026), menegaskan bahwa informasi dalam flyer tersebut tidak memiliki dasar resmi sehingga masyarakat diminta tidak mempercayai maupun menyebarluaskannya.
Ia mengingatkan, informasi mengenai penerimaan CPNS merupakan hal sensitif, terutama bagi masyarakat yang tengah menantikan kesempatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Karena itu, setiap informasi terkait kuota, jadwal pendaftaran, persyaratan hingga tahapan seleksi harus mengacu pada pengumuman resmi pemerintah.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi penipuan yang memanfaatkan isu rekrutmen CPNS. Modus yang perlu diantisipasi antara lain permintaan sejumlah uang dengan dalih biaya pendaftaran, pemberkasan, maupun janji meloloskan peserta seleksi.
Pemprov Papua Tengah mengimbau masyarakat untuk lebih cermat memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau membagikannya di media sosial.
Untuk mendapatkan informasi yang akurat, masyarakat diminta mengikuti kanal komunikasi resmi Pemprov Papua Tengah, instansi kepegawaian terkait, Kementerian PANRB, serta Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Bijak bermedia sosial. Saring sebelum membagikan. Jangan mudah percaya pada informasi rekrutmen ASN yang belum memiliki dasar pengumuman resmi,” demikian imbauan Pemprov Papua Tengah.
HMS












