Fokus  

Keluhan Air Bersih Warga Karang Tagepe-Siwang Direspons, Tirta Yapono Siapkan Ini

Bak Air Karang Tagepe Siwang

Koreri.com, Ambon — Keluhan warga terkait keterbatasan akses air bersih di Karang Tagepe dan RT 05/RW 06 Dusun Siwang, Desa Urimessing, Kota Ambon, langsung mendapat respons dari Perumdam Tirta Yapono.

Perumdam memastikan penanganan akan disesuaikan dengan kondisi sumber air yang tersedia di masing-masing wilayah.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan 10 kran umum yang ditargetkan mampu melayani sedikitnya 100 kepala keluarga (KK).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima, mengatakan pihaknya telah turun langsung bersama sejumlah staf untuk melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Peninjauan dilakukan setelah keluhan warga disampaikan melalui akun media sosial Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena.

“Kami tinjau bersama staf. Kami akan mengambil langkah dengan kondisi air yang tersedia. Kemungkinan besar kita akan bangun kran-kran umum di daerah itu,” ujar Piet kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).

Menurut Piet, pembangunan kran umum menjadi salah satu opsi yang dinilai memungkinkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, terutama di wilayah yang belum dapat dilayani melalui sambungan rumah secara optimal.

Ia menjelaskan, pola pelayanan melalui kran umum bukan hal baru bagi masyarakat di kawasan tersebut. Saat ini, terdapat sekitar 25 kran umum yang telah dimanfaatkan warga.

“Seperti yang terjadi dan yang sudah ada di daerah itu juga, yaitu 25 kran umum,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut atas keluhan warga, Perumdam Tirta Yapono berencana menambah fasilitas kran umum di dua titik yang menjadi lokasi keluhan masyarakat.

“Kita akan jawab juga dengan menyediakan 10 kran umum yang akan mampu melayani minimal 100 kepala keluarga (KK),” tegas Piet.

Penyediaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat Karang Tagepe dan RT 05/RW 06 Dusun Siwang memperoleh akses air bersih yang lebih mudah dan terjangkau.

Piet menegaskan, langkah penanganan akan tetap mempertimbangkan kondisi sumber air di masing-masing lokasi agar fasilitas yang dibangun dapat berfungsi secara optimal.

“Sehingga dua titik itu sudah dapat kita selesaikan,” pungkasnya.

JFL