HLN ke 81: PLN Perkuat Peran Listrik Sebagai Penggerak Kemandirian Bangsa

PLN Perkuat Peran Listrik Jaga Kemandirian Bangsa
Ilustrasi personel PLN sedang melakukan inspeksi panel surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Momentum 81 tahun PLN menerangi negeri, menjadi refleksi perjalanan kelistrikan sekaligus menegaskan komitmen dalam mewujudkan swasembada energi hijau untuk menggerakkan kehidupan dan kemandirian bangsa / Foto : Humas PLN

Koreri.com, Jakarta – Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penggerak kemandirian bangsa dan pemerataan pembangunan melalui penyediaan energi yang berkeadilan.

Mengusung tema besar “Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia”, momentum 81 tahun ini menjadi refleksi perjalanan panjang kelistrikan nasional sekaligus penegasan arah masa depan PLN dalam menghadirkan energi yang andal, hijau, dan berdaya jangkau luas bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kini, di tengah dinamika pertumbuhan nasional dan tuntutan keberlanjutan global, PLN tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan energi, melainkan memimpin akselerasi transisi energi, digitalisasi sistem kelistrikan terintegrasi, serta inovasi teknologi masa depan demi kedaulatan energi nasional.

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar menegaskan bahwa PLN siap menerjemahkan arahan Pemerintah melalui Danantara Indonesia serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menuju kedaulatan dan swasembada energi hijau secara terencana, terukur, dan berjalan selaras dengan kebutuhan bangsa.

PLN Perkuat Peran Listrik Jaga Kemandirian Bangsa2
Upaya petugas PLN saat membawa material kelistrikan untuk menerangi sekolah-sekolah di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Selatan. Dengan semangat Empower All, PLN terus memperluas akses listrik hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk mendukung terwujudnya energi yang berkeadilan bagi rakyat Indonesia / Foto : Humas PLN

“Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto mengenai ketahanan energi dan percepatan energi bersih, transisi energi adalah tanggung jawab kita. Program 100 gigawatt peak (GWp) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) harus kita laksanakan. Seluruh pekerjaan yang ada di Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) harus kita tuntaskan. Bersama dengan Kementerian ESDM dan Danantara Indonesia, PLN harus menerjemahkan arah tersebut ke dalam perencanaan, investasi, dan pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan,” terang Suroso pada Upacara Peringatan Hari Listrik Nasional 2026, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, pada Selasa (27/10),

Di tengah perjalanan panjang PLN melayani kebutuhan listrik masyarakat, satu hal yang tidak pernah berubah yaitu setiap gangguan yang terjadi harus segera ditangani.

Berbagai tantangan di lapangan harus dihadapi untuk mempercepat pemulihan, dengan tetap mengutamakan ketelitian dan keselamatan dalam setiap pekerjaan.
Keandalan listrik berpengaruh langsung pada setiap sendi kehidupan masyarakat.

Bagi pedagang, listrik menopang usaha dan menjaga barang dagangan. Bagi rumah sakit, listrik mendukung pelayanan dan perawatan pasien.

PLN Perkuat Peran Listrik Jaga Kemandirian Bangsa3
Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat / Foto : Humas PLN

Bagi anak-anak, listrik menunjang kegiatan belajar, sementara bagi industri, listrik menjaga produksi tetap berjalan. Karena itu, setiap gangguan dapat berarti aktivitas yang tertunda, penghasilan yang terganggu, hingga kekhawatiran bagi masyarakat yang harus segera ditangani.

Untuk merespons kebutuhan tersebut, PLN memetakan titik gangguan berulang berdasarkan tingkat risiko, memperkuat kesiapan personel, peralatan, dan material untuk mempercepat pemulihan, serta memastikan setiap keluhan pelanggan ditindaklanjuti secara jelas dan terukur.

“Ketika keluhan atau gangguan datang, harus segera ditangani, meskipun kita sangat paham tantangan di lapangan sungguh berat. Ada petugas yang harus menyebrang untuk mencapai lokasi tugas, menghadapi medan sulit, cuaca buruk, keterbatasan peralatan atau perjalanan panjang ketika gangguan listrik terjadi. Namun PLN harus langsung menjawab kegelisahan masyarakat yang bertanya kapan listrik menyala. Saya tidak ingin perjuangan ini hanya menjadi cerita di Hari Listrik Nasional, namun menjadi perubahan nyata dalam merespons kebutuhan masyarakat,” ujar Suroso.

Suroso menjelaskan, peran listrik terus berkembang melampaui fungsi sebagai komoditas semata.

PLN Perkuat Peran Listrik Jaga Kemandirian Bangsa4
Tak kenal lelah, petugas PLN terus bekerja hingga malam hari untuk mempercepat penanganan gangguan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas. Dalam setiap pekerjaan, PLN mengedepankan kecepatan respons, ketelitian, dan keselamatan sebagai prinsip utama / Foto : Humas PLN

Selama lebih dari delapan dekade, listrik telah menjadi enabler bagi kehidupan dan pembangunan, menyentuh langsung aspek sosial dan roda perekonomian rakyat.

PLN terus melangkah maju dengan semangat PLN Empower All, mengupayakan agar setiap energi yang disalurkan mampu membuka peluang dan memberdayakan kehidupan.

“Hasil kerja PLN terlihat pada lampu-lampu yang terus menemani anak-anak masa depan bangsa ini belajar, usaha kecil yang terus berputar melayani pembeli, industri yang berkembang pesat, ekonomi yang tumbuh baik setiap rumah yang selalu tenang dengan listrik yang terus menyala. Di sanalah pengabdian menemukan artinya,” tutup Suroso.

Sekilas Tentang PLN

PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.

PLN mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan menjadi pilihan nomor 1 bagi pelanggan untuk Solusi Energi melalui upaya pertumbuhan usaha, implementasi digitalisasi secara end to end, menjalankan transisi energi untuk mendukung tercapainya Net Zero Emissions (NZE), serta menghadirkan proses bisnis dengan SDM berkelas dunia.

RLS