Raja Rutong: Warisan Budaya Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan

IMG 20261030 172321

Koreri.com, Ambon – Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, menjadikan warisan budaya dan adat istiadat sebagai fondasi utama dalam membangun masa depan negeri yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maspaitella, dalam pemaparannya pada Amboina International Music Festival (AIMF) 2026 bertema “Music for Education”, di Ruang Teater Taman Budaya Ambon, Jumat (30/10/2026).

Dalam pemaparannya bertajuk “Dari Warisan Budaya Menuju Masa Depan yang Berkelanjutan”, Reza menegaskan bahwa pembangunan negeri adat tidak boleh meninggalkan sejarah dan identitas lokal. Sebaliknya, kekayaan budaya, adat istiadat, serta potensi alam harus menjadi kekuatan dalam merancang pembangunan masa depan.

Menurutnya, warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan fondasi untuk membangun pendidikan, membina generasi muda, memperkuat kehidupan masyarakat, serta menciptakan kesejahteraan.

Pengembangan Negeri Rutong dilakukan melalui pendekatan kolaborasi pentahelix dan hexahelix, termasuk kerja sama dengan Universitas Pattimura melalui pembentukan Knowledge Center atau pusat keilmuan. Pusat ini diharapkan menjadi living laboratory (laboratorium hidup) berbasis adat dan cara hidup masyarakat Maluku untuk melahirkan berbagai inovasi pembangunan.

Di sektor ekonomi, Negeri Rutong mengarahkan pengembangan potensi pada dua sektor utama, yakni blue economy dan green economy, dengan memanfaatkan kekayaan laut, darat, dusun, serta sumber daya alam yang dimiliki.

Pelestarian budaya juga diwujudkan melalui pembinaan generasi muda di bidang seni dan musik.

Sejak Ambon ditetapkan UNESCO sebagai Kota Musik, Negeri Rutong turut mendapat kesempatan menghadirkan guru musik untuk membina anak-anak sejak usia dini.

Sementara itu, pengembangan ekowisata Hutan Sagu menjadi salah satu ruang edukasi budaya dan lingkungan.

Tercatat lebih dari 10 ribu anak sekolah dari Kota Ambon telah mengunjungi kawasan tersebut untuk mengenal alam, budaya, dan seni musik tradisional Maluku.

Reza juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, anak-anak, remaja hingga komunitas.

Menurutnya, ketahanan keluarga merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun masa depan negeri dan memperkuat ekonomi masyarakat.

Melalui visi pembangunan menuju 2030, Negeri Rutong ingin memastikan warisan budaya tidak hanya menjadi identitas yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga tetap hidup sebagai ruang belajar bersama, sumber inovasi, dan kekuatan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian, Negeri Rutong berupaya membangun masa depan tanpa kehilangan akar sejarah, adat istiadat, dan jati diri sebagai negeri adat di Maluku.

JFL