Koreri.com, Sorong – Kapolres AKBP Eddward Panjaitan, S.I.K., M.H menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa pembakaran camp pekerja proyek pembangunan jalan di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, Rabu (4/11/2026).
Penegasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya sejumlah informasi video dan klaim di media sosial (medsos) oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menyebutkan adanya korban meninggal dunia, termasuk anggota TNI-Polri dan masyarakat dalam insiden tersebut.
Dalam keterangan persnya, Sabtu (7/11/2026) Kapolres AKBP Eddward Panjaitan menegaskan, berdasarkan hasil pengecekan dan fakta kejadian yang telah diverifikasi kepolisian hingga saat ini, tidak ditemukan adanya korban jiwa.
Karena itu, informasi mengenai korban meninggal dunia yang beredar di media sosial dipastikan tidak sesuai dengan fakta yang diketahui aparat.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Tambrauw agar tetap tenang, tidak panik dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” imbau Kapolres dalam pernyataan resminya.
Mantan Kabag Ops Polres Manokwari itu menjelaskan, peristiwa tersebut berupa pembakaran camp pekerja proyek serta sejumlah kendaraan milik perusahaan, termasuk truk, alat berat, mobil dan sepeda motor.
Saat ini, Polres Tambrauw terus melakukan langkah-langkah penanganan, penyelidikan, dan pendalaman guna mengungkap peristiwa tersebut.
Selain meluruskan informasi mengenai korban, Kapolres juga menyoroti beredarnya pernyataan bernada ancaman, termasuk seruan pengusiran terhadap masyarakat yang bukan Orang Asli Papua (OAP) serta larangan bagi Pemerintah untuk melaksanakan pembangunan di wilayah Tambrauw.
Menurutnya, seluruh masyarakat yang tinggal dan mencari penghidupan di Kabupaten Tambrauw memiliki hak yang sama untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan hukum.
Tidak boleh ada warga yang merasa terancam, takut, ataupun kehilangan hak untuk hidup damai hanya karena perbedaan suku, agama maupun asal daerah.
“Tambrauw adalah rumah kita bersama. Masyarakat asli Papua dan seluruh warga yang hidup berdampingan di wilayah ini merupakan bagian dari kehidupan sosial yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
AKBP Eddward juga mengingatkan masyarakat agar tidak ikut menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi termasuk foto maupun video yang berpotensi memicu kepanikan dan memperkeruh situasi keamanan.
Perwira Menengah Polda Papua Barat Daya itu memastikan Polri bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait terus memperkuat koordinasi serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Masyarakat pun diminta tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila menemukan informasi atau aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan.
“Tidak boleh ada pihak mana pun yang menggunakan ancaman maupun kekerasan untuk menimbulkan ketakutan di tengah Masyarakat,” tegas Kapolres mengingatkan.
Perbedaan pendapat, kata dia, tidak boleh diselesaikan dengan kekerasan. Sementara pelaksanaan pembangunan harus tetap mengedepankan aspek keamanan, penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat, serta kepentingan seluruh masyarakat.
“Mari kita bersama-sama menjaga Tanah Tambrauw agar tetap aman, damai, dan kondusif. Polri hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan,” pungkasnya.
KENN












