Koreri.com, Jayapura – Pemerintah Kota Jayapura meminta kader PKK tingkat Distrik, Kelurahan, Kampung maupun RT/RW harus menjadi agar perubahan pemutus mata rantai penyebaran COVID-19 yang tren positif terus meningkat.
Hal ini disampaikan Wakil Waliktota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, saat menutup pelaksanaan Jambore PKK tingkat Kota Jayapura selama 2 hari di parkiran utama kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (9/7/2021).
Pelaksanaan jambore PKK tahun 2021 diikuti tim penggerak PKK dari 5 Distrik dengan lomba penyuluhan Covid -19 dan Stunting, Pidato materi Covid – 19 dan Yel – Yel.
Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan peserta lomba jambore PKK bisa membuktikan di lingkungan masing-masing terkait hasil yang didapat dari jambore PKK ini minimal 10 program PKK terwujud dengan baik.
Menurutnya, kader PKK jangan juara kandang saja tapi harus buktikan di tempat masing – masing bahwa sampaikan penyuluhan stunting, covid -19 maupun lewat program PKK itu jangan juara saat lomba jambore saja.
“Tapi bawa pulang dan pengaruhi semua masyarakat di sekitar kita itu baru namanya sukses dan berhasil,” kata Rustan Saru.
Dijelaskan, saat ini tren positif covid -19 di kota Jayapura masih tertinggi di Papua, tadi malam ada 16 orang yang terkonfirmasi positifi covid -19 jadi total 486 per hari Jumat 9/7/2021. “Maka dari itu kader PKK sebagai agen pemutus rantai covid-19 itu harus buktikan, jangan teori saja,” ujarnya.
Dikatakan, PKK itu berhasil ada tiga hal yang harus dilakukan pertama harus mampu merubah perilaku masyarkat kita dan masyarakat mendukung. Kedua, sukses PKK kalau kadernya berkualitas dan ketiga sukses PKK kalau pemerintah mendukung dari segi anggaran untuk mendorong program PKK.
“Ada anggaran di OPD Pemerintah Kota Jayapura, Distrik, Kelurahan dan ada dana kampung. Jadi tiga hal ini Pemerintah, masyarakat dan kader PKK sendiri harus bersinergi baru program PKK sukses,” kata Rustan.
“Saya berharap kedepan semua kader PKK bisa merubah menata masing – masing wilayah di RT/RW, kampung, kelurahan, distrik dan Kota agar berprestasi lebih baik,” sambung Wakil Walikota Jayapura.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jayapura, Ny. Kristhina L. Mano, mengharapkan agar para kader PKK setelah kembali, agar menyampaikan kepada warga. Paling tidak bisa menyampaikan untuk kita sendiri, suami, anak-anak ataupun keluarga kita.
Sehingga, sesuai dengan tema, bahwa kita akan menjadi agen pemutus mata rantai Covid-19 akan terjawab. Agen perubahan di mana ibu – ibu menjadi contoh, baik dirumah kita dan masing-masing tetangga.
“Saya berharap jangan pas lomba baru bicara bagus – bagus tapi pulang sampaikan kepada masyarakat di Distrik, Kelurahan, Kampung, RT/RW. Paling tidak kita sampaikan dalam keluarga kita sendiri,” kata Kristhina L. Mano dalam sambutannya.
“Dengan demikian tema kita Kader PKK Jadi Agen pemutus rantai covid -19 akan terjawab tapi kalau lomba hasil bagus terus pulang kita diam – diam saja itu sama saja tipu,” sambungnya.
Menurutnya, menjadi agen perubahan itu dimana ibu – ibu menjadi contoh baik itu di rumah sendiri maupun tetangga agar bisa memutus mata rantai Covid-19 di Kota Jayapura yang lagi meningkat.
Dikatakan, PKK bukan administrasi saja tetapi kegiatan yang dilakukan PKK sangat penting, apalagi kita di Kota Jayapura ini ada 3 distrik yang baru diganti kepala distrik.
“Bagi ketua tim penggerak PKK distrik yang baru, harus banyak belajar dan bertanya kepada senior – senior PKK serta dijauhkan sifat egois,” katanya.
Kristina Mano memberikan apresiasi kepada ketua tim penggerak PKK Distrik yang baru dilantik namun langsung menyesuaikan mengikuti jambore PKK sudah menjadi program setiap dua tahun sekali dilaksanakan jambore PKK.
“Saya berharap jika nanti ada hal – hal yang memang sama sekali belum mengerti khusus ketua tim penggerak distrik yang baru bisa bertanya di grup WA karena covid jadi kita belum bisa tatap muka,” pungkasnya.
SEO

























