Koreri.com, Jayapura – Penjabat Walikota Jayapura, Provinsi Papua Frans Pekey, menginginkan jika ada hasil rekomendasi yang telah dibahas dalam sarasehan Kongres Masyarakat Adat (KMAN) VI menjadi masukan bagi pemerintah pusat dalam membuat regulasi.
“Tentu itu akan menjadi referensi kami juga untuk mendorong eksistensi lembaga keondoafian di Kota Jayapura,” katanya saat menutup sarasehan KMAN VI di Kampung Kayo Pulau, Rabu (26/10/2022).
Menurut Frans, dengan regulasi yang nanti dikeluarkan oleh pemerintah pusat maka ada program konkrit di daerah termasuk Kota Jayapura untuk bisa memperkuat di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Sumber Daya Alam dan perlindungan terhadap budaya dari masyarakat ‘Port Numbay’.
“Supaya masyarakat adat semakin kuat dan eksis ditengah kemajuan masyarakat Kota Jayapura yang hitrogen tetapi masyarakat adat Port Numbay tetap eksis,” katany lagi.
Dia menjelaskan hal tersebut merupakan bagian yang harus diproteksi dan dilindungi serta diberdayakan agar tidak terjadi marjinalisasi yang masif tetapi ada langkah-langkah the marjinalasisai.
“Untuk kami minta supaya ondoafi bersama Pemkot Jayapura bekerjasama untuk melindungi dan memberdayakan masyarakat dan budaya Port Numbay,” katanya lagi.
Dia menambahkan pihaknya memberikan apresiasi kepada warga Kota Jayapura terutama dua kampung yang menjadi lokasi sarasehan KMAN VI yakni Kampung Kayo Pulau dan Kampung Enggros yang memberikan pelayanan terbaik bagi para peserta sarasehan.
“Mulai dari penyambutan peserta sarasehan hingga pelayanan panitia KMAN VI di kampung sangat luar biasa sehingga peserta merasa nyaman,” pungkasnya.
EHO













