Ilmuwan coba hidupkan bayi kuda yang telah mati 40.000 tahun lalu

kudapurba
Gambar oleh Michil Yakoklev/ North-Eastern Federal University via AP

Koreri.com (6/9) – Seekor bayi kuda purba ditemukan bulan lalu di wilayah Batagaika, sebuah wilayah yang oleh penduduk setempat disebut sebagai gerbang menuju dunia lain.

Wilayah Batagaika berada di dekat Yakutsk, sebuah kota terpencil di bagian timur Siberia yang merupakan kota terdingin di dunia.

Menurut tim Ilmuwan gabungan dari Korea Selatan dan Russia, mereka memperkirakan bahwa anak kuda yang disebut Lenskaya, atau kuda Lena itu, mati ketika berusia sekitar 20 hari.

Spesies kuda yang telah punah dan diperkirakan hidup antara 30.000 dan 40.000 tahun lalu itu terawetkan oleh temperatur yang sangat dingin di wilayah Siberia dan menyediakan cukup lapisan kulit yang bisa digunakan sebagai sampel pengujian oleh para ilmuwan.

Semyon Grigoriev, kepala laboratorium di Museum Gajah Purba, mengatakan kepada Times bahwa anak kuda itu terawetkan dengan baik dan merupakan sebuah penemuan yang sangat unik.

Menurutnya, penemuan tersebut merupakan penemuan yang sangat langka karena anak kuda itu ditemukan dalam kondisi utuh, lengkap dengan bulunya.

“Lebih beruntung lagi, lapisan otot kuda tersebut tidak rusak dan terawetkan dengan baik, sehingga kita bisa mendapatkan sampel bagi riset bioteknologi,” ujar Grigoriev.

Sejauh ini, para peneliti berharap bisa mengambil sebuah sel yang terawetkan dengan baik untuk melakukan percobaan kloning.

Hwang Woo-Suk, seorang peneliti sel induk dan kloning asal Korea Selatan, mengatakan kepada Times bahwa bila mereka mampu menemukan sebuah sel hidup, maka mereka akan mencoba melakukan kloning terhadap hewan unik itu.

Pada tahun 2004 dan 2005, Hwang menjadi sangat terkenal karena mampu menciptakan inti sel manusia dengan menggunakan embrio yang di kloning.

Namun kemudian terbukti bahwa ada banyak data yang meragukan dalam pengujiannya.

“Jika kita dapat menemukan sampel sel yang baik dari bayi kuda purba tersebut, itu akan menjadi sesuatu yang sangat luar biasa dan menjanjikan bagi dunia kloning,” jelas Hwang.

Apabila ilmuwan mampu mengambil sel hidup maka mereka akan mampu membuat embrio kloning yang bisa diimplan pada kuda betina.

Hwang mengatakan kepada Times bahwa kuda yang ada saat ini tidak berubah banyak dari kuda yang ada di masa lalu, sehingga tidak akan menjadi masalah untuk mendapatkan pilihan sel telur dari kuda betina yang ada saat ini.

Tim ilmuwan berharap bisa melakukan eksperimen dengan temuan bayi kuda itu sehingga bisa memberikan harapan dalam menghidupkan kembali gajah purba.

“Jika kita dapat melakukan kloning bayi kuda purba tersebut maka sudah pasti akan menjadi langkah awal untuk mengkloning gajah purba,” ungkap Hwang.

ARD
Sumber: www.usnews.com