Dandim 1702/Jwy Hadiri Syukuran Pisah Sambut Ketua Asosiasi Bupati Se-Pegunngan Tengah

WhatsApp Image 2022 05 20 at 06.53.35 1
Dandim 1702/Jwy, Letkol Inf. Arif Budi Situmeang, Bupati Mamteng, Ricky Ham Pagawak, Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua Rouw, Potong Wam (Babi) untuk masyarakat saat acara syukuran pisah sambut Ketua Asosiasi Bupati Se-Pegunungan Tengah di lapangan Jalan Sosial Irian Atas, Kampung Honei Lama, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Kamis (19/5/2022) / Foto: Penrem 172/PWY

Koreri.com, Wamena – Komandan Kodim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf. Arif Budi Situmeang, menghadiri acara Lepas Sambut Ketua Asosiasi Bupati Se-Pegunungan Tengah, di lapangan Jalan Sosial Irian Atas, Kampung Honei Lama, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Kamis (19/5/2022).

Kegiatan yang dihadiri oleh para Bupati Se-Pegunungan Tengah dan juga masyarakat sebanyak kurang lebih 20.000 orang tersebut digelar dengan acara adat bakar batu.

Dandim 1702/Jayawijaya saat ditemui disela-sela kegiatan menyampaikan selamat kepada Bupati Mamberamo Tengah Riky Ham Pagawak, yang diangkat menjadi Ketua Asosiasi Bupati Se-Pegunungan Tengah menggantikan pejabat lama Befa Jigibalom karena akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Lanny Jaya.

“Dengan adanya pergantian struktur organisasi ini, saya berharap agar kerjasama antara Pemerintah Daerah dengan TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di daerah Pegunungan Tengah dapat terus berjalan dengan baik, seperti yang telah berjalan sebelumnya dimasa jabatan ketua lama,” kata Dandim.

Kepada masyarakat khususnya di Pegunungan Tengah, Dandim mengajak untuk tetap menjaga kekompakan dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang dapat memecahbelah kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kita harus saling menguatkan antara satu dengan yang lain, bukan saling bermusuhan, jika ada permasalahan harus dapat kita selesaikan dengan cara yang baik dan sesuai aturan,” ujarnya.

Sementara itu, mantan ketua Asosiasi Bupati Se-Pegunungan Tengah, Befa JigiBalom, mengatakan bahwa budaya Pegunungan Tengah secara turun temurun harus terus dijaga, Masyarakat diharapkan tidak mudah terprofokasi dengan aksi demo terkait penolakan Otsus dan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua.

Menurutnya, pembentukan DOB di Papua sepatutnya diterima karena ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat Papua terutama di Pegunungan Tengah Papua merapatkan barisan dan menyambut Provinsi Pegunungan Tengah.

“Sebagai warga negara yang baik, hindari semua fikiran negatif dan mari kita sambut hal ini dengan baik pula. Kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia, jangan mau dipecahbelah oleh pihak-pihak tertentu yang tidak memiliki pemikiran untuk masa depan Papua yang lebih baik khususnya di Pegunungan Tengah Papua,” kata Befa.

Bupati Lanny Jaya ini meyakini bahwa Pemekaran ini akan mendorong pemerataan pembangunan di Papua. “Mendekatkan dan mempercepat pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan serta mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi khususnya di wilayah yang sulit terjangkau seperti di wilayah Pegunungan Tengah,” pungkasnya.

PDC-17