Ketua LMA Malamoi Sorong Harapkan Presiden Buka KMAN VI : Jangan Hanya Pakai Pakaian Adat Saja

Silas Kalami LMA Malamoi Presiden Jokowi
Ketua LMA Malamoi Sorong Silas Kalami, S.Sos, MA (kiri) / Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat mengenakan pakaian adat saat momen peringatan HUT RI ke 77 di Istana Negara, 17 Agustus 2022 (kanan)

Koreri.com, Sorong – Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI dijadwalkan akan berlangsung pada 24 – 30 Oktober 2022 di Kabupaten dan Kota Jayapura, wilayah Tanah Tabi, Provinsi Papua.

Diperkirakan, peserta kongres yang hadir mencapai 10.000 dari seluruh wilayah Indonesia termasuk dari Provinsi Papua Barat.

Presiden RI Joko Widodo pun sangat diharapkan untuk hadir dan membuka hajatan masyarakat adat se Nusantara ini sebagaimana disampaikan Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Malamoi Sorong Silas Kalami, S.Sos, MA.

“Sebenarnya kita secara pribadi mengharapkan Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo bisa hadir pada saat Kongres ke VI di Bumi Kenambai Umbai ini. Dan itu adalah bagian dari bentuk beliau menghargai masyarakat adat di seluruh Nusantara,” ungkapnya kepada Koreri.com, Jumat (7/10/2022).

Kalami kemudian menyinggung soal penggunaan pakaian adat di berbagai momen kenegaraan seperti HUT RI ke 77 tahun yang baru lalu.

“Jangan hanya menggunakan pakaian adat pada saat upacara 17 Agustus saja tetapi momen-momen masyarakat adat seperti kongres ini beliau tidak hadir. Mudah-mudahan beliau bisa hadir di acara nasional ini,” harapnya.

Selain itu, beber Kalami, yang juga tidak kalah penting terkait dengan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Masyarakat Adat.

“Bahwa sampai saat ini, RUU itu belum disahkan Pemerintah Pusat dan DPR RI, dan ini merupakan PR. Mudah-mudahan beliau bisa hadir walaupun tanggung jawab besar itu belum dilakukannya (pengesahan RUU),” bebernya.

Kalami tak menampik jika dirinya sebenarnya pesimis dengan kehadiran Presiden Joko Widodo pada KMAN VI di Tanah Tabi, Papua.

“Kenapa saya berpikir pesimis kemungkinan Presiden tidak hadir? Karena saya melihat bahwa Pemerintah pusat ini tidak terlalu menghargai masyarakat adat. Contohnya di Medan setelah Kongres V, beliau hanya menyuruh Menteri LHK. Maka saya juga pesimis kemungkinan Presiden tidak akan datang karena masyarakat adat dianggap tidak tidak penting dalam pembangunan,” sindirnya.

Kendati demikian, Kalami kembali menyampaikan harapannya agar Presiden Joko Widodo bisa hadir di tanah Tabi Jayapura pada tanggal 24 Oktober 2022 untuk membuka KMAN VI.

“Kalau Presiden tidak hadir, kami masyarakat adat menganggap bahwa Presiden tidak menghargai masyarakat adat,” tegasnya.

AND