Koreri.com, Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) terus memperkuat pelayanan kebersihan di tengah tantangan akses jalan pada sejumlah kawasan permukiman.
Sebagai langkah konkret, sembilan unit mobil pengangkut sampah berukuran kecil disiapkan untuk menjangkau wilayah yang selama ini sulit dilalui kendaraan pengangkut sampah berukuran besar.
Kepala DLHP Kota Ambon, Apries Gaspersz, mengatakan penambahan armada kecil tersebut merupakan bagian dari strategi Pemkot Ambon memperluas jangkauan pelayanan persampahan hingga ke kawasan dengan kondisi akses yang terbatas.
“Ke depan ini pasti ada penambahan mobil angkutan sampah berukuran kecil agar bisa melayani kawasan yang aksesnya sulit,” ujar Apries usai mengikuti apel rutin di halaman Balai Kota Ambon, Selasa (22/9/2026).
TPST Toisapu Ditargetkan Rampung Desember 2026
Tidak hanya mengandalkan penambahan armada, DLHP juga terus mempercepat pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Toisapu.
Apries memastikan berbagai pekerjaan pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.
TPST Toisapu nantinya dilengkapi dengan Material Recovery Facility (MRF) dan Refuse Derived Fuel (RDF). Kehadiran fasilitas ini diharapkan membuat sampah tidak lagi hanya berakhir sebagai timbunan, tetapi dapat dipilah, diolah dan dimanfaatkan sehingga memiliki nilai ekonomis.
“Bulan Desember semua sudah rampung terkait dengan TPST yang di Toisapu. Sekarang masih dalam proses pembangunan. Di sana nanti ada fasilitas MRF dan RDF, sehingga sampah bukan saja ditimbun, tetapi dikelola dengan baik dan memiliki nilai ekonomis ke depan,” jelasnya.
Apries: Jangan Buang Sampah Setelah Petugas Angkut
Di sisi lain, Apries meminta masyarakat ikut mendukung pembenahan sistem persampahan dengan menaati jadwal pembuangan sampah yang telah ditetapkan.
Ia menegaskan, penambahan armada dan pembangunan fasilitas pengolahan sampah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan serta kedisiplinan masyarakat.
“Penanganan sampah pasti ada kendala. Tapi saya minta kesadaran warga, kalau misalnya pagi itu petugas sudah angkut, tolong jam 7 jangan lagi buang sampah,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan sampah bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan sampah dibuang pada tempat dan waktu yang tepat.
Dengan tambahan sembilan armada kecil, pembangunan TPST Toisapu, serta peningkatan kesadaran warga, Pemkot Ambon menargetkan pelayanan persampahan semakin efektif dan mampu menjangkau seluruh kawasan, termasuk permukiman yang memiliki akses jalan terbatas.
Pemkot Ambon pun mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan kota, karena Ambon yang bersih tidak hanya dibangun oleh petugas, tetapi oleh kedisiplinan seluruh warga.
JFL























