BAKU DAPA, Inovasi Pemkot Ambon Benahi Sektor Perikanan Tangkap

IMG 20261106 132009

Koreri.com, Ambon – Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Perikanan terus mendorong pembenahan sektor perikanan tangkap melalui inovasi BAKU DAPA, sebuah strategi pengembangan sentra perikanan tangkap untuk memperkuat peran Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebagai pusat aktivitas perdagangan sekaligus penggerak ekonomi daerah.

Inovasi yang digagas Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon, Henly Claudya Simatauw, S.Pi., tersebut diarahkan untuk menata aktivitas pendaratan, pencatatan, hingga distribusi hasil tangkapan nelayan agar berlangsung lebih teratur, transparan, dan memberikan nilai ekonomi yang lebih menguntungkan.

BAKU DAPA juga menjadi Proyek Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026.

Program ini lahir dari persoalan yang selama ini dihadapi sektor perikanan di Kota Ambon. Aktivitas pendaratan ikan tersebar di 22 sentra perikanan pada lima kecamatan. Namun, sebagian besar masih berlangsung di lokasi pendaratan ikan rakyat yang belum terhubung secara optimal dengan TPI.

Akibatnya, pencatatan produksi, validasi data, dan pemantauan distribusi hasil tangkapan belum berjalan maksimal. Di sisi lain, pembayaran retribusi yang masih dilakukan secara tunai juga berpotensi menimbulkan persoalan administrasi hingga kebocoran penerimaan daerah.

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, BAKU DAPA menghadirkan lima langkah strategis pembenahan.

Pertama, penyusunan Peraturan Wali Kota tentang tata kelola distribusi ikan sebagai landasan penguatan sistem pengelolaan hasil perikanan.

Kedua, penerapan SIRIP IKAN, yakni sistem pembayaran retribusi secara non-tunai di TPI Arumbae melalui kerja sama dengan Bank Maluku Malut.

Ketiga, pengembangan SIPANDAI sebagai sistem digital pencatatan produksi perikanan untuk meningkatkan akurasi data dan transparansi pengelolaan hasil tangkapan.

Keempat, penguatan fasilitas TPI Nusaniwe guna mendukung aktivitas pendaratan dan perdagangan hasil perikanan.

Kelima, membangun kolaborasi antara pemerintah, perbankan, nelayan, dan pelaku usaha untuk menciptakan ekosistem perikanan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Melalui pembenahan tersebut, TPI diharapkan tidak hanya menjadi tempat ikan didaratkan dan diperjualbelikan, tetapi juga berkembang menjadi pusat perdagangan yang mampu membuka akses pasar, menjaga mutu hasil tangkapan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.

Bagi nelayan, melaut bukan perkara mudah. Mereka harus menghadapi kondisi cuaca, gelombang, serta ketidakpastian hasil tangkapan. Karena itu, kerja keras nelayan perlu didukung tata niaga yang baik agar hasil tangkapan memiliki nilai jual lebih tinggi dan memberikan keuntungan yang layak.

Sebab, keberhasilan pembangunan sektor perikanan tidak semata-mata diukur dari banyaknya ikan yang diperoleh, tetapi juga dari seberapa besar manfaat ekonomi yang dapat dirasakan oleh nelayan dan keluarganya.

Melalui inovasi BAKU DAPA, Pemerintah Kota Ambon berharap potensi laut daerah dapat dikelola secara lebih modern, tertata, dan transparan, sekaligus menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari laut.

RLS