Koreri.com, Timika – Bupati Johannes Rettob, menegaskan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama sebagai fondasi membangun Mimika yang damai, harmonis, dan sejahtera.
Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Tabligh Akbar bertema “Menjalin Harmoni dalam Keberagaman, Membangun Mimika yang Beriman, Damai, dan Sejahtera” yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Mimika di Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah Habib Husein Ja’far Al Hadar dan dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi keagamaan, serta berbagai unsur masyarakat.
Rettob mengatakan, keberagaman agama, suku, dan latar belakang masyarakat merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama, bukan menjadi penghalang untuk hidup berdampingan.
“Keberagaman ini merupakan modal kita dalam membangun Kabupaten Mimika. Karena itu, kita harus terus menjaga keharmonisan dan solidaritas agar Mimika menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Rettob, Pemerintah daerah terus mendorong kegiatan yang memperkuat toleransi dan persaudaraan untuk menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Ia juga menyebut Mimika akan menjadi tuan rumah Konvensi Nasional Kota Toleransi. Momentum tersebut diharapkan memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan dan menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.
Dalam Tabligh Akbar itu, doa lintas agama turut digelar sebagai simbol kebersamaan dan komitmen menjaga perdamaian. Paduan suara juga memeriahkan kegiatan tersebut.
Rettob berharap tausiyah Habib Husein Ja’far tidak sekadar menjadi pesan keagamaan, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk menerapkan nilai toleransi, kasih sayang, dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan saya, apa yang disampaikan dalam tausiyah ini dapat kita renungkan dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.
Rettob mengajak masyarakat menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan, sehingga Mimika tetap menjadi rumah bersama yang menjunjung tinggi kerukunan antarumat beragama demi terwujudnya daerah yang damai dan sejahtera.
TIM












