Koreri.com, Ambon – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Ambon, Bodewin Wattimena, secara resmi membuka Kejuaraan Kota (Kejurkot) Ambon Tahun 2026, Minggu (8/11/2026).
Kejurkot tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangka mempersiapkan sekaligus menyeleksi atlet-atlet Kota Ambon untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPMAL) Tahun 2027.
Dalam sambutannya, Bodewin mengatakan, pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan besar dalam melaksanakan pembangunan di berbagai sektor, termasuk bidang olahraga, akibat keterbatasan fiskal.
Meski demikian, Pemerintah Kota Ambon tetap berupaya memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga prestasi melalui kerja sama dengan KONI Kota Ambon dan seluruh insan olahraga.
“Karena itu, dalam rasa memiliki dan kecintaan kita terhadap olahraga di Kota Ambon, kita memutuskan untuk menyisihkan sebagian dana guna memastikan pembinaan olahraga prestasi di Kota Ambon tetap berlangsung dengan baik bersama KONI Kota Ambon,” ungkap Bodewin.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Kejurkot telah diputuskan melalui rapat kerja KONI Kota Ambon. Menurutnya, Kota Ambon membutuhkan wadah kompetisi untuk menemukan atlet-atlet potensial yang nantinya dipersiapkan menghadapi POPMAL 2027.
“Berlatih saja setiap waktu tidak cukup. Harus ada ruang kompetisi bagi mereka. Tidak mungkin terjadi peningkatan keterampilan dan kualitas atlet kalau tidak ada kompetisi,” tegasnya.
Bodewin juga menyampaikan, Pemkot Ambon telah merencanakan pelaksanaan kompetisi secara bergilir pada masing-masing cabang olahraga (cabor) pada tahun mendatang.
Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada atlet agar terus mengembangkan kemampuan, sekaligus mencari bibit-bibit unggul yang dapat memperkuat olahraga Kota Ambon.
Selain itu, ia menegaskan bahwa sportivitas harus menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan Kejurkot. Tidak hanya atlet, tetapi wasit, hakim pertandingan, panitia, dan seluruh pihak yang terlibat juga harus menjunjung tinggi nilai kejujuran dan objektivitas.
“Sportivitas menjadi harga mati dalam Kejurkot ini. Yang bertanding harus sportif, yang menjadi wasit harus sportif, yang menjadi penonton juga harus sportif. Semuanya mesti sportif supaya kita bisa mendapatkan hasil yang baik,” ujarnya.
Menurutnya, para atlet yang mengikuti kejuaraan tersebut merupakan generasi muda yang masih berada dalam proses pertumbuhan dan pengembangan diri. Karena itu, seluruh pihak harus memberikan ruang pembinaan yang baik agar semangat dan potensi mereka tidak terhambat.
“Kalau kita salah dalam mengelola, anak-anak ini bisa layu sebelum berkembang. Karena itu, kepada para wasit, hakim, dan semua pihak, saya titip agar melaksanakan tugas dengan baik,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Bodewin turut menyampaikan apresiasi kepada KONI Kota Ambon, para ketua cabang olahraga, panitia, serta seluruh insan olahraga yang telah bekerja sama menyukseskan penyelenggaraan Kejurkot 2026.
Ia juga mengapresiasi dukungan BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan perlindungan kepada para atlet selama mengikuti kegiatan olahraga.
“Terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah bekerja sama memberikan perlindungan. Sehingga apabila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, para atlet mendapatkan jaminan perlindungan,” tuturnya.
Bodewin berharap Kejurkot Ambon 2026 dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi peningkatan prestasi olahraga di Kota Ambon.
Ia pun mengajak seluruh atlet untuk bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan kejuaraan tersebut sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
“Selamat bertanding kepada seluruh atlet. Yakinlah bahwa apa yang kita lakukan ini mungkin sederhana, tetapi akan memberikan dampak besar bagi kemajuan dan peningkatan olahraga prestasi di Kota Ambon,” tutupnya.
JFL












