Koreri.com, Jayapura – Suara tegas datang dari akar rumput Papua.
Seorang perempuan Tabi asal Port Numbay, Makda, mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk segera menarik Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, dari Papua.
Ia menilai kehadiran Bahlil di Bumi Cenderawasih bukan untuk menjalankan tugas negara, melainkan diduga ikut campur dalam dinamika politik lokal yang sedang memanas.
Seruan tersebut disampaikan dalam aksi demonstrasi damai di depan Kantor Distrik Jayapura Selatan, Jumat (8/8/2025), yang mendapat pengawalan ketat aparat keamanan.
“Kami minta Presiden Prabowo segera panggil Menteri Bahlil ke Jakarta. Kehadirannya di Papua bukan untuk investasi, tapi malah terkesan memihak dalam proses Pemilu Gubernur,” tegas Makda dalam orasinya.
Makda menyayangkan seorang pejabat negara turun langsung di tengah situasi sensitif Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua.
Menurutnya, tindakan Bahlil mencederai netralitas yang seharusnya dijaga oleh setiap pejabat negara, terutama menjelang penetapan hasil pemilu.
“Dia ada bikin apa? Kalau sudah merusak di Raja Ampat, jangan lagi datang dan merusak di wilayah Tabi,” ujar Makda dengan nada tinggi.
Ia juga mengingatkan bahwa campur tangan elit politik nasional dalam urusan lokal berpotensi memicu konflik horizontal dan memperkeruh stabilitas masyarakat Papua yang kini tengah berjuang menjaga kedamaian.
Dalam aksi tersebut, Makda turut menyerukan agar para pejabat daerah, termasuk Bupati, Wali Kota, dan Penjabat Gubernur, tetap menjaga netralitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Jabatan itu amanah. Gunakan untuk membangun, bukan memperkeruh,” pungkasnya.
Meski berlangsung dengan damai, aksi tersebut mencerminkan keresahan warga terhadap dugaan intervensi politik pusat yang dianggap mengganggu proses demokrasi di Papua.
Mereka berharap suara masyarakat Tabi ini bisa sampai ke telinga Presiden dan dijawab dengan tindakan nyata.
TIM

















