Koreri.com, Ambon – Pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan di Provinsi Maluku memastikan kesiapan layanan transportasi menjelang arus mudik Lebaran 2026 hampir mencapai tahap akhir.
Sejumlah langkah koordinasi hingga pemeriksaan armada telah dilakukan guna menjamin kelancaran perjalanan masyarakat selama masa mudik dan arus balik.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Maluku Hasan Bisri, mengatakan berbagai tahapan persiapan telah dilakukan sejak Februari 2026 melalui Rapat Kerja Teknis (Rakernis) yang dibuka oleh Menteri Perhubungan.
“Setelah Rakernis, kami juga menerima arahan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pada awal Maret 2026, serta melaksanakan rapat koordinasi bersama KSUB wilayah Maluku pada 3 Maret 2026,” ujar Hasan Bisri saat kepada media ini di ruang kerjanya, Selasa (10/3/2026).
Selain koordinasi internal Pemerintah, kesiapan angkutan Lebaran juga telah dipaparkan kepada DPRD Maluku.
Dalam rapat tersebut, Komisi II dan Komisi III DPRD digabungkan untuk membahas kesiapan lintas sektor yang mendukung kelancaran transportasi.
Komisi III fokus pada aspek transportasi, sementara Komisi II menyoroti sektor strategis lain seperti ketersediaan listrik oleh PLN, distribusi energi oleh Pertamina, serta ketersediaan bahan pokok yang dikelola Bulog.
Sinergi lintas sektor tersebut dinilai penting agar kelancaran mobilitas masyarakat juga didukung oleh stabilitas logistik.
“Jadi untuk transportasi penyeberangan terdapat beberapa kapal milik PT Panca Karya yang saat ini masih menjalani proses docking. Namun seluruh kapal tersebut ditargetkan sudah kembali beroperasi sebelum masa angkutan Lebaran dimulai pada 13 Maret 2026,” ungkapnya.
Sedangkan untuk transportasi darat, sebanyak 24 unit armada Damri disiapkan untuk melayani masyarakat selama periode mudik. Seluruh kendaraan tersebut telah melalui pemeriksaan kelayakan atau ram check guna memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang.
Hasan memastikan pula dalam mendukung pengawasan serta pelayanan selama angkutan Lebaran, Pemerintah juga menyiapkan sembilan posko terpadu di sejumlah titik strategis.
Empat posko ditempatkan di pelabuhan penyeberangan, yaitu Pelabuhan Hunimaua, Waipirit, Namlea, dan Galala. Kemudian empat posko penghitungan kendaraan ditempatkan di kawasan MCM, bawah Jembatan Merah Putih, Wayame, dan Suli. Satu posko lainnya berada di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau jembatan timbang.
Berbeda dengan daerah di Pulau Jawa, Maluku tidak menyiapkan rest area khusus bagi pemudik. Hal ini karena lokasi jembatan timbang relatif dekat dengan pusat Kota Ambon sehingga dinilai kurang efektif apabila difungsikan sebagai tempat istirahat.
“Tadi juga kami, BPTD Maluku sudah menggelar rapat koordinasi lanjutan dengan seluruh operator transportasi darat, termasuk operator penyeberangan dan Damri, guna memastikan kesiapan akhir menjelang puncak arus mudik,” sambungnya.
Rapat tersebut juga akan melibatkan BMKG untuk memberikan informasi prakiraan cuaca selama periode angkutan Lebaran, sehingga operator kapal maupun kendaraan dapat meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi potensi cuaca ekstrem.
Selain itu, tahun ini Direktorat Jenderal Perhubungan Darat juga menetapkan kebijakan pengoperasian satu kapal tambahan selama 24 jam pada rute Hunimua – Waipirit saat puncak arus mudik guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan di pelabuhan yaitu kapal KM Terubuk.
“Namun kebijakan tersebut belum dapat diterapkan pada lintasan Galala – Namlea karena saat ini hanya tersedia satu kapal yang melayani rute tersebut,” bebernya.
Dalam pengoperasian posko angkutan Lebaran, lanjut Hasan Bisri, sejumlah instansi turut terlibat antara lain BPTD, Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Kepolisian, Lantamal, serta tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.
Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama masa mudik dan arus balik.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan diri dengan baik.
Para pemudik diharapkan menyiapkan kondisi fisik serta kebutuhan finansial selama perjalanan. Selain itu, masyarakat juga disarankan membeli tiket lebih awal karena saat ini pembelian tiket kapal maupun kendaraan sudah dapat dilakukan secara online.
RLS






























