Koreri.com, Timika – Gerakan mengubah sampah menjadi nilai ekonomi terus digencarkan Pemerintah Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat diajak mengumpulkan dan memilah sampah hingga mencapai target 17 ton dalam 17 hari.
Sampah yang dikumpulkan meliputi botol plastik, kaleng, aluminium dan berbagai jenis sampah lain yang masih memiliki nilai ekonomi.
Warga dapat membawa sampah yang telah dipilah ke posko pengumpulan sementara di wilayah Petrosi.
Ketua Panitia, Kalep Otniel Pattipi, mengatakan gerakan tersebut bertujuan mendorong masyarakat melihat sampah bukan hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga memiliki nilai yang dapat memberikan manfaat ekonomi.
“Kami menyemangati masyarakat untuk membawa sampah, seperti botol, kaleng dan aluminium. Sampah-sampah itu memiliki nilai dan bisa ditukar dengan uang,” kata Kalep.
Program tersebut berlangsung selama 17 hari dan ditargetkan selesai pada 17 Agustus 2026. Hingga hari kelima pelaksanaan, jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan telah mencapai sekitar 8 ton.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat. Warga mulai mengumpulkan sampah dari lingkungan masing-masing, memilahnya, kemudian menyerahkannya ke posko yang telah disediakan.
Menurut Kalep, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencapai target tersebut. Pemerintah tidak dapat menyelesaikan persoalan sampah seorang diri tanpa dukungan warga.
“Karena ini program dari distrik, warga datang memilah dan membawa sampahnya kepada kami. Jadi masyarakat ikut terlibat langsung dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Gerakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Distrik Mimika Baru membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah. Selain mengurangi sampah yang dibuang sembarangan, pemilahan juga memberikan peluang bagi masyarakat memperoleh nilai ekonomi dari sampah yang dikumpulkan.
Semangat masyarakat kini diarahkan untuk mengejar sisa target hingga mencapai 17 ton sebelum peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus.
Pemerintah Distrik Mimika Baru berharap gerakan tersebut tidak berhenti setelah target tercapai.
Kebiasaan memilah sampah dan menjaga lingkungan diharapkan terus dilakukan masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
NUEL
























