Koreti.com, Timika — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bergerak cepat menyusul dampak asap yang semakin pekat menyelimuti Kota Timika dan sekitarnya.
Pasalnya kondisi itu telah memicu kekhawatiran terhadap dampaknya bagi kesehatan masyarakat.
Merespon itu, Pemerintah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan membagikan 30.000 masker kepada warga, Minggu (11/10/2026).
Pembagian masker ini dilakukan sebagai langkah kepedulian terhadap warga yang terpapar kabut asap.
Asap tersebut dilaporkan berkaitan dengan kebakaran dan pembakaran hutan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Asmat, Boven Digoel, Merauke, dan Kabupaten Puncak.
Kegiatan dipimpin Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinkes Mimika, Marselino Mameyau, S.KM., dengan melibatkan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Aliansi Pemuda Amungsa (APA), Gapensi, Honai Pengusaha Amungme-Kamoro (HAPAK), serta petugas kesehatan Kabupaten Mimika.
Sebanyak 30.000 masker dibagikan di enam titik strategis di Kota Timika, yakni perempatan Jalan Budi Utomo–Hasanuddin, pertigaan Timika Mall, perempatan Pasar Lama Timika, perempatan Diana Mall, pertigaan KPKN, serta perempatan SP1–SP4.
Marselino mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang mengganggu kualitas udara.
Menurut dia, paparan asap dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan gangguan pernapasan lainnya, terutama bagi anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki penyakit pernapasan.
Keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa upaya melindungi kesehatan warga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi berbagai elemen masyarakat.
Namun, pembagian masker merupakan langkah perlindungan sementara. Penanganan kabut asap membutuhkan upaya lebih lanjut untuk mengetahui kondisi kualitas udara, mengendalikan sumber asap, serta mencegah kebakaran dan pembakaran hutan yang dapat memperburuk pencemaran udara.
Di tengah kondisi tersebut, keselamatan dan kesehatan warga Mimika menjadi perhatian utama. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, menggunakan masker yang sesuai, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan yang memburuk.
TIM












