Karantina PBD Fasilitasi Ekspor Perdana 12,7 Ton Tenggiri via Pelabuhan Sorong

IMG 20261021 094602

Koreri.com, Sorong – Balai Karantina Papua Barat Daya (PBD) memfasilitasi ekspor perdana sebanyak 12.714 kilogram atau sekitar 12,7 ton produk ikan tenggiri milik PT Bina Nelayan Jaya ke Malaysia melalui Pelabuhan Laut Sorong, Senin (19/10).

Pengiriman tersebut menjadi ekspor perdana perusahaan melalui jalur laut dari Sorong.

Produk yang dikirim terdiri atas 9.694 kilogram ikan tenggiri beku (frozen Spanish mackerel) dan 3.020 kilogram daging ikan tenggiri beku (frozen Spanish mackerel meat).

Sebelum diberangkatkan, petugas karantina melakukan serangkaian tindakan karantina sekaligus pendampingan untuk memastikan persyaratan ekspor sesuai ketentuan negara tujuan terpenuhi.

Kepala Balai Karantina PBD I Wayan Kertanegara mengatakan, penggunaan jalur laut dipilih karena dinilai lebih efisien dibandingkan pengiriman melalui jalur udara.

Menurut dia, tingginya biaya pengiriman lewat udara menjadi salah satu pertimbangan pelaku usaha untuk memanfaatkan Pelabuhan Laut Sorong.

Bagi PT Bina Nelayan Jaya, pengiriman melalui laut juga memungkinkan jumlah produk yang dibawa dalam satu kali pengiriman menjadi lebih optimal.

Dalam prosesnya, kontainer dari Sorong akan terlebih dahulu dikirim menuju Jakarta sebagai daerah transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Malaysia dengan alat angkut yang berbeda.

I Wayan mengatakan, pelaku usaha tidak perlu ragu memanfaatkan jalur laut untuk kegiatan ekspor.

“Jangan ragu untuk ekspor melalui jalur laut, karena kami siap memberikan pendampingan dan asistensi, terutama dalam pemenuhan persyaratan negara tujuan,” ujar I Wayan, Rabu, (20/10).

Menurut dia, pemanfaatan jalur laut dapat membuka alternatif logistik bagi pelaku usaha sekaligus memperluas peluang pemasaran produk perikanan Papua Barat Daya.

“Harapannya dengan jalur ekspor melalui Pelabuhan Laut Sorong, jangkauan pasar dapat diperluas ke berbagai negara sekaligus mengoptimalkan jumlah produk yang diekspor,” katanya.

Karantina PBD berharap pemanfaatan Pelabuhan Sorong sebagai jalur ekspor dapat terus berkembang, terutama untuk mendukung komoditas perikanan unggulan daerah.

I Wayan mengatakan, potensi perikanan Papua Barat Daya masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan agar dapat menjangkau pasar internasional.

Pendampingan kepada pelaku usaha juga akan terus dilakukan, khususnya dalam memastikan pemenuhan persyaratan karantina dan ketentuan negara tujuan sebelum komoditas diberangkatkan.

Melalui ekspor perdana tersebut, Karantina PBD berharap semakin banyak pelaku usaha memanfaatkan jalur laut sebagai alternatif pengiriman yang lebih efisien sekaligus mampu membawa produk perikanan daerah ke pasar global.

RLS