Koreri.com,Sorong– Gubernur Papua Barat Daya (PBD) Elisa Kambu, menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin ketersediaan uang Rupiah yang layak edar hingga wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Penegasan tersebut disampaikan saat melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Pelabuhan Kodaeral XIV Sorong, Selasa (20/10/2026).
Ekspedisi yang berlangsung pada 20–28 Oktober 2026 itu menjangkau sejumlah wilayah kepulauan di Papua Barat dan PBD.
Elisa Kambu menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut atas kolaborasi dalam mendistribusikan uang Rupiah sekaligus memastikan masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau tetap memperoleh layanan keuangan.
Menurutnya ERB bukan sekadar kegiatan pendistribusian dan penukaran uang, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan Rupiah dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.
“Rupiah adalah alat pembayaran yang sah, tetapi juga simbol kedaulatan, identitas bangsa, dan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia,” tegas Elisa Kambu dalam sambutannya.
Gubernur menilai, ketersediaan uang Rupiah yang layak edar hingga pulau-pulau terluar memiliki arti strategis bagi persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ekspedisi tahun ini menjangkau sejumlah wilayah, di antaranya Kaimana, Pulau Namatota, Pulau Arguni, Pulau Yellu, Sauwandarek, dan Waisai.
Selain layanan penukaran uang, kegiatan tersebut juga menghadirkan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Program ini diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ciri keaslian uang Rupiah, cara merawat uang, serta penggunaan Rupiah dalam transaksi sehari-hari sesuai ketentuan yang berlaku.
Tidak hanya berfokus pada layanan keuangan, ERB 2026 juga mendapat apresiasi karena mendukung pelayanan kesehatan dan upaya pencegahan stunting bagi masyarakat di wilayah kepulauan Papua Barat dan PBD.
Elisa menilai, perhatian terhadap kesehatan ibu, anak, dan keluarga merupakan bagian penting dari pembangunan manusia serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, Elisa berharap kolaborasi Bank Indonesia, TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat agar manfaat kegiatan dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Kehadiran negara di wilayah 3T tidak hanya berkaitan dengan pelayanan ekonomi, tetapi juga harus mencakup kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Pemprov PBD lanjut Elisa, mendukung penuh pelaksanaan ekspedisi tersebut sebagai upaya memperluas akses layanan keuangan, meningkatkan literasi masyarakat, mendukung kesehatan keluarga, serta mendorong pembangunan yang lebih inklusif di daerah kepulauan dan wilayah yang sulit dijangkau.
Ia juga mengajak masyarakat untuk semakin mencintai Rupiah dengan mengenali ciri keasliannya, merawatnya dengan baik, dan menggunakannya dalam transaksi di seluruh wilayah Indonesia.
Kepada seluruh anggota tim ekspedisi, Elisa berpesan agar mengutamakan keselamatan, menjaga kesehatan, memperkuat koordinasi, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian.
Ia berharap seluruh rangkaian ERB 2026 berjalan lancar dan aman, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah 3T.
KENN












