Koreri.com, Sorong – Sanggar seni lokal Papua harus disediakan ruang ekspresi untuk menampilkan kekayaan budaya daerah di Bandara Dominie Eduard Osok (DEO) Sorong sebagai pintu masuk wisatawan.
Hal ini menjadi salah satu upaya Pemeritah memberikan ruang bagi kelompok seni dan budaya untuk tampil di ruang publik, termasuk di Bandara DEO sebagai sarana memperkenalkan keberagaman sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat Daya, Drs. George Japsenang, M.Si mengatakan terdapat sekitar 31 grup sanggar seni di wilayah itu mulai dari kelompok tari, musik akustik hingga berbagai jenis kesenian lainnya.
Menurutnya, potensi tersebut perlu mendapat ruang agar para seniman lokal dapat menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan budaya Papua Barat Daya kepada wisatawan sejak tiba di bandara.
“Ini daerah wisata. Wisatawan seharusnya sudah bisa menikmati budaya kita sejak berada di bandara, sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat-tempat wisata,” kata George Japsenang kepada wartawan di Kota Sorong, Senin (19/10/2026).
Putra Papua asli Tabi Jayapura itu berharap adanya kolaborasi berbagai pihak, termasuk komunitas lintas agama dan lintas suku, untuk menginisiasi program tersebut.
Selain memperkuat daya tarik pariwisata, penyediaan ruang berkesenian dinilai dapat membantu generasi muda menyalurkan bakat secara positif, mengurangi keresahan sosial, sekaligus menjaga keberagaman budaya di Papua Barat Daya.
“Harapan saya, kita terus berkolaborasi. Bukan hanya dalam kegiatan ini, tetapi juga melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat luas,” tukasnya.
KENN












