Koreri.com, Ambon – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, secara resmi membuka kegiatan Ambon International Music Festival (AIMF) 2026 yang berlangsung di Taman Budaya Ambon, Jumat (30/10/2026).
Dalam sambutannya, Bodewin mendorong agar penyelenggaraan festival musik tersebut ke depan dikemas lebih terbuka, kreatif, dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Menurutnya, AIMF tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan musik, tetapi juga momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku seni, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan berbagai elemen masyarakat dalam mengembangkan potensi musik di Kota Ambon.
Ia menegaskan, musik memiliki peran penting sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kebudayaan, tradisi, hingga inovasi.
“Musik menjadi jembatan antara pendidikan, kebudayaan, tradisi, dan inovasi, antarkota, antarpemerintah, antarkomunitas, serta membangun kreativitas kita bersama,” ujar Bodewin.
Ia menjelaskan, upaya memperkuat posisi Ambon sebagai Kota Musik Dunia (Ambon City of Music) membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan.
Karena itu, seluruh pihak diharapkan tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan acara musik, tetapi juga membangun kolaborasi lintas sektor.
Bodewin juga menyoroti pentingnya perencanaan yang matang dalam menyelenggarakan kegiatan, termasuk menyesuaikan kapasitas tempat dengan jumlah audiens yang diperkirakan hadir.
Menurutnya, pemilihan lokasi yang tepat dapat membuat sebuah kegiatan lebih efektif, nyaman, dan memiliki suasana yang sesuai dengan jumlah pengunjung.
“Kita mesti terbiasa dengan menyelenggarakan acara yang berisi. Kalau kira-kira audiens kita ada sekitar 200 sampai 300 orang, mari kita cari ruangan untuk 200 sampai 300 orang. Kalau kita menggunakan ruangan berkapasitas seribu orang, nanti terlihat kosong,” jelasnya.
Ia berharap, penyelenggaraan AIMF pada tahun mendatang dapat dikembangkan melalui konsep yang lebih terbuka dengan memanfaatkan ruang publik sebagai tempat pertunjukan.
Dengan demikian, kegiatan musik tidak hanya dinikmati oleh masyarakat yang hadir di lokasi, tetapi juga dapat menjangkau lebih banyak warga melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Saya ingin tidak hanya kita yang hadir di ruangan ini yang mendengar apa yang saya sampaikan, tetapi masyarakat luas juga bisa mengetahui kegiatan ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bodewin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kerja sama secara kolektif, termasuk melibatkan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, musisi, dan berbagai unsur masyarakat lainnya.
Ia menilai, kolaborasi tersebut menjadi kunci agar kegiatan musik di Kota Ambon semakin berkembang, memiliki jangkauan lebih luas, serta memberikan ruang bagi kreativitas dan potensi para pelaku seni lokal.
Pada kesempatan itu, Bodewin turut menyampaikan apresiasi kepada para musisi dan Ambon Music Office yang terus berupaya mempertahankan sekaligus memperkuat identitas Ambon sebagai Kota Musik Dunia melalui berbagai kegiatan.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para musisi, teman-teman Ambon Music Office, yang terus berupaya keras untuk mempertahankan branding Ambon City of Music melalui berbagai kegiatan dan terus bekerja bersama,” tutupnya.
Melalui penyelenggaraan AIMF 2026, Pemerintah Kota Ambon diharapkan dapat terus memperkuat ekosistem musik, memperluas partisipasi masyarakat, serta mendorong kolaborasi lintas sektor demi menjaga eksistensi Ambon sebagai Kota Musik Dunia.
JFL












