Koreri.com, Biak (25/8) – Atraksi Apen Beyeren menjadi jadi salah satu dari 3 even utama dalam ajang Festival Biak Munara Wampasi (BMW) VI Tahun 2018 yang baru saja berakhir.
Pelestarian tradisi luar biasa tersebut melalui ajang seni dan budaya ini langsung mendapat apresiasi dari Staf Khusus Menteri Pariwisata RI, I Gusti Ngurah Putra.
Budaya Apen Beyeren atau berjalan dengan kaki telanjang di atas batu panas ini diharapkan semakin dikemas dan dipromosikan agar bisa menjadi atraksi wisata unggulan.
“Saya mendorong Pemerintah daerah setempat dan Pemerintah Provinsi Papua agar dapat mengemas atraksi budaya Apen Beyeren menjadi objek wisata unggulan di daerah,” harap Gusti.
Apen Beyeren merupakan warisan leluhur khususnya pada warga kampung Adoki, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Dimana dalam tradisi tersebut warga berjalan dengan kaki telanjang di atas batu panas (batu barapen, red) yang terlebih dulu di bakar hingga terlihat memerah sampai putih.
Terpisah, Plt. Bupati Biak Herry Ario Naap mengakui atraksi budaya Apen Beyeren merupakan aset daerah yang harus dijaga keasliannya.
“Ini menjadi salah satu keunggulan pariwisata Biak yang tidak dimiliki daerah lain. Makanya tahun depan kami akan kemas Festival Biak Munara Wampasi yang lebih spektakuler lagi,” janjinya.
Jalan diatas batu barapen atau batu panas ini juga sebagai ajang uji nyali dan sudah berlangsung turun-temurun pada warisan leluhur budaya Biak Numfor khususnya pada warga kampung Adoki.
HDK

















