Lelang Proyek Jalan Lingkar LUKMEN Tak Akomodir Kontraktor Asli Wamena

WhatsApp Image 2021 03 19 at 08.14.19
Ronny Elopere, Direktur PT.Glory Charlie Gemilang. Foto: Seo Balubun

Koreri.com, Jayapura – Lelang proyek jalan Lingkar LUKMEN di Kabupaten Jayawijaya tidak mengakomodir sebagaian besar perusahaan milik kontraktor asli Wamena yang memiliki dokumen lengkap sesuai persyaratan lelang dari LPSE Provinsi Papua.

Direktur PT.Glory Charlie Gemilang, Ronny Elopere, mengatakan diduga ada permainan dalam proses tender lelang proyek jalan lingkar LUKMEN di Kabupaten Jayawijaya yang dilakukan Pokja Dinas PUPR Provinsi Papua.

“Jadi, semua perusahaan yang menangkan pekerjaan jalan lingkar LUKMEN itu semua dari luar, kami cek alamat perusahaan semua dari Surabaya. Ini semua merupakan pekerjaan PUPR Provinsi Papua,” kata Elopere kepada wartawan di Jayapura, Selasa (16/03/2021).

Diakui Elopere bahwa perusahaannya ikut lelang salah satu paket senilai 15 Miliar dan mendapat nomor urut 1 penawawaran paling rendah sementara lawan perusahaan masukan penawaran harga lebih tinggi.

“Dokumen saya lengkap, jadi saat ditetapkan pemenang yang diatas saya ini kan sanggahan. Karena pada saat mau penetapan itu tidak lakukan pembuktian kualifikasi. Jadi dari jadwal pengumuman evaluasi dokumen langsung penetapan pemenang dan tidak lakukan pembuktiam kualifikasi,” ujarnya.

Namun, kata Ronny, selalu mengikuti perkembangan melalui hand phone karena dokumen lengkap kemudian penawaran terendah sehingga akan dipanggil untuk pembuktian.

“Staff saya selalu stanbay tunggu dan saya cek ke staff saya belum diapnggil-panggil langsung penetapan pemenang sebelum pembuktian kualifikasi. Nah ini ada apa? Jadwal tidak sesuai prosesnya tidak lakukan pembuktian kualifikasi langsung penetapan pemenang,” tegasnya.

Kontraktor asli Wamena itu menyampaikan kepada staff untuk sanggahan dan sudah dijawab bahwa paket ini gagal lelang. Tetapi sekarang ada kontraktor yang dikerjakan jalan lingkar LUKMEN dikampung kami dan pekerjaan tetap akan palang.

“Pembangunan jalan itu ada di Kampung Sawarek, Autakma, Sapalek yang berada di Kabupaten Jayawijaya. Dan ini masih ada dalam kota jalan lingkar Lukmen sehingga disitu saya rasa ada permainan didalam,” katanya.

Elopere mohon pihak terkait untuk penetapan pemenang harus sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. Karena jadwalnya sudah gagal lelang dan tidak melakukan pembuktian langsung penetapan pemenang.

“Jadi, pokja – pokja ini harus diperiksa ULP Provinsi, saya kira seperti itu dan pekerjaan tidak akan kerja karena kami tahu bahwa itu gagal lelang, kontrak dasarnya apa? audah jelas kami lihat dijadwal internet kan sudah keluar gagal lelang,” tegas Ronny.

Kalau sanggahan disana gagal lelang pastinya kan akan ada pengumuman ulang tetapi ini kan tidak ada tetapi langsung kontrak. “Rata – rata ini perusahaan dari luar semua dan tidak ada orang asli disana yang kerja. Kami orang Wamena ini punya perusahaan, masa semua perusahaan dari Jawa sana mau datang kerja di Wamena ini kan tidak masuk akal sehat,” kata Elopere.

SEO