Kemudian secara pengetahuan atau pengalaman, semua wartawan lokal di Kabupaten Jayapura tidak tahu mengenai 14 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di klaster Kabupaten Jayapura.
PON XX ini akan dilaksanakan di tengah masa pandemi Covid-19. Nah, kondisi ini dikhawatirkan bahwa kemungkinan banyak kantor media massa di luar Papua tidak akan mengirimkan wartawannya untuk meliput PON XX 2021 di Papua, termasuk media massa di luar negeri.
“Jika keadaan ini yang terjadi, mka seluruh kantor media massa di luar Papua akan bergantung pada hasil liputan wartawan lokal Papua seperti berita, foto dan video. Karena itu, pengetahuan bagi wartawan lokal untuk meliput PON perlu dibekali dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan pelaksanaan PON XX Papua tahun 2021 bisa sukses, jika media (wartawan) memainkan perannya secara bagus.
“Karena publik bisa berpartisipasi, juga publik bisa melihat baik yang ada di Papua maupun di luar Papua. Jadi, itu sangat menentukan oleh pemberitaan-pemberitaan kita. Saya pikir itu yang harus diwujudkan dalam pelatihan kali ini, bahwa pelaksanaan PON XX di Papua bisa,” ujar Mathius Awoitauw.
Bupati Jayapura dua periode itu menyampaikan, pelatihan ini merupakan bagian dari tugas di Sekretariat Humas Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura, agar para jurnalis mempunyai pengetahuan dalam peliputan PON XX.
“Kami minta kepada wartawan untuk bisa menghasilkan foto atau kreasi yang bisa bersaing seperti media nasional,” kata Bupati.
IDI































