“Kira-kira apa indikator penilaian Gubernur sehingga Aloysius diganti secara mendadak? Cari orang seperti Aloysius ini susah, satu di antara seribu di Papua. Harusnya tetap dipertahankan untuk membangun Papua,” tegas Pieter.
Natan Pahabol, anggota Komisi V DRPD menilai Aloysius adalah sosok yang tepat di bidang kesehatan, baik rumah sakit maupun dinas kesehatan.
“Mr Aloysius Giyai is the right man on the right place. Orang yang tepat di posisi yang tepat. Kita harap Pak Gubernur tinjau lagi keputusannya karena Aloysius ini orang yang tepat. Dia ini orang nomor satu yang mampu terjemahkan visi misi Gubenur,” kata Natan.
Anggota Komisi V DPRP lainnya, Namantus Gwijangge mengatakan, jika ke depan RSUD Jayapura terjadi apa-apa dengan persoalan pelayanan pasien, pihak Komisi V tidak akan bertanggung jawab.
Sebab Gubernur Lukas Enembe sudah salah mengambil langkah dengan mencopot seorang Aloysius yang terbukti bekerja dengan sangat baik bagi RSUD Jayapura.
“Kami pertanyakan, siapa pembisiknya sehingga tanpa prosedur dan indikator yang jelas, Aloysius diganti? Bagi Komisi V, Aloysius adalah kreator kesehatan di Papua. Dia yang melahirkan Jamkespa, KPS, memperbaiki rumah sakit, sistemnya, membangun infrastruktur rumah sakit. Kenapa tiba-tiba diganti,” beber Gwijangge.
























