Koreri.com, Ambon – Di tengah kondisi perairan yang berkabut, KN SAR Abimanyu berhasil mengevakuasi seorang warga negara asing (WNA) asal Filipina yang mengalami gangguan kesehatan di atas kapal MV Baosteel Emotion, di perairan barat Pulau Ambon, Sabtu (17/10/2026).
Korban bernama Romeo C. Echevarria (53), merupakan anak buah kapal (ABK) MV Baosteel Emotion berbendera Jepang yang sedang berlayar dari pelabuhan di Tiongkok menuju Australia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ambon, Muhamad Arafah, menjelaskan bahwa informasi kondisi darurat tersebut diterima Comm Centre Kantor SAR Ambon dari Basarnas Command Centre (BCC) pada Jumat (16/10/2026), pukul 23.33 WIT.
Informasi itu disampaikan berdasarkan laporan nakhoda kapal, Capt. Froilan B. Dalisav, yang meminta bantuan evakuasi medis terhadap salah satu ABK yang mengalami sakit saat pelayaran.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Ambon berkoordinasi dengan nakhoda kapal untuk menentukan titik pertemuan atau intercept di perairan barat Pulau Ambon.
Pada Sabtu pagi, sekitar pukul 10.30 WIT, KN SAR Abimanyu bertolak dari Dermaga BRIN Ambon menuju titik intercept yang berjarak sekitar 35,29 mil laut ke arah barat daya.
Setelah menembus kondisi perairan berkabut, KN SAR Abimanyu tiba di lokasi pada pukul 14.30 WIT dan menemukan MV Baosteel Emotion.
Tim kemudian melakukan penyesuaian posisi kapal untuk mendukung proses evakuasi medis.
Korban berhasil dipindahkan ke KN SAR Abimanyu pada pukul 15.14 WIT untuk selanjutnya dibawa menuju Kota Ambon guna mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Arafah mengatakan berdasarkan informasi yang diterima dari nakhoda melalui surat elektronik, korban mengalami gejala yang diduga mengarah pada stroke ringan sehingga membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.
“Selama perjalanan kembali ke Ambon, kondisi kesehatan korban terus dipantau oleh petugas medis kami. Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan lancar. Saya sangat mengapresiasi kinerja seluruh personel hingga korban tiba dengan selamat di Kota Ambon,” ujar Arafah.
KN SAR Abimanyu tiba di Dermaga BRIN Ambon pada pukul 17.14 WIT. Korban kemudian diserahkan kepada pihak agen kapal, Imigrasi, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Yos Sudarso Ambon untuk proses penanganan medis selanjutnya di Rumah Sakit Siloam.
Operasi SAR ini melibatkan unsur potensi SAR, antara lain Kepala Seksi Sumber Daya, rescuer, awak KN SAR Abimanyu, dokter, perawat, pilot pesawat nirawak atau drone, petugas Imigrasi, serta KKP Yos Sudarso Ambon.
Adapun peralatan yang digunakan meliputi truk personel, KN SAR Abimanyu, drone thermal, dan mobil ambulans KKP.
Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan berkabut, dengan angin timur hingga tenggara berkecepatan 17 knot dan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter.
Dengan berhasil dievakuasinya korban dan diserahkannya kepada pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut, Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
RLS












