Fokus  

Progres Jalan Air Nanang-Kota Baru 64,3 Persen, BPJN Maluku Dorong Pekerjaan Dituntaskan

BPJN Maluku Progres Jalan Air Nanang Kota Batu SBT
Plt. Kepala BPJN Maluku, Muh. Ulwan Talaohu Bersama jajaran saat melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan paket pembangunan Jalan Air Nanang – Kota Baru, SBT / Foto : Ist

Koreri.com, Masohi – Pembangunan Jalan Air Nanang–Kota Baru (SBSN) di Kabupaten Seram Bagian Timur yang dikerjakan melalui skema Multi Years Contract (MYC) Tahun Anggaran 2025–2027 terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Hingga 9 Agustus 2026, progres pekerjaan untuk Tahun Anggaran 2026 telah mencapai 64,3 persen, sementara progres keseluruhan kontrak MYC berada pada angka 30,2 persen.

Capaian tersebut diketahui saat Plt. Kepala BPJN Maluku, Muh. Ulwan Talaohu, melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan paket pembangunan Jalan Air Nanang–Kota Baru.

Dalam kesempatan itu, Muh. Ulwan menyampaikan apresiasi kepada jajaran Satker, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan.

“Progres yang telah dicapai luar biasa apabila dibandingkan dengan segala problematika lapangan yang ada,” ujar Muh. Ulwan.

Ia menjelaskan, pekerjaan saat ini telah mencapai STA 26+200, dari total target penanganan yang direncanakan hingga STA 31+700.

Menurutnya, capaian progres tersebut harus terus dipertahankan dan ditingkatkan dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan. Seluruh jajaran di lapangan juga didorong untuk terus memacu pekerjaan agar target pembangunan dapat diselesaikan secara optimal.

“Pesan saya, semangat terus teman-teman di lapangan. Pacu progres, kita kejar sampai tuntas,” tegasnya.

Monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian dari komitmen BPJN Maluku dalam memastikan pembangunan infrastruktur jalan berjalan efektif, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pembangunan Jalan Air Nanang–Kota Baru diharapkan dapat semakin memperkuat konektivitas antarwilayah, mendukung mobilitas masyarakat, serta mendorong aktivitas ekonomi di Pulau Seram.

RLS