Koreri.com, Sorong – Delapan ruangan belajar baru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kota Sorong resmi digunakan untuk proses belajar mengajar.
Penggunaan gedung baru tersebut setelah diresmikan Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu didampingi Pj Sekda Dr. Yakob Kareth, M.Si yang dihadiri Wakil Ketua II Vincentius Paulinus Baru, Kepala Dinas Pendidikan PBD Adolof Kambuaya, jajaran guru, serta perwakilan dinas terkait, Selasa (20/10/2026).
Pembangunan gedung tersebut sebagai upaya mendukung penyediaan fasilitas pendidikan yang layak bagi para siswa dan tenaga pendidik.
Dalam sambutannya, Gubernur Elisa mengatakan pembangunan gedung baru itu merupakan jawaban atas kerinduan keluarga besar SMA Negeri 1 Kota Sorong terhadap ruang belajar yang lebih memadai.
Pembangunan tersebut tidak terlepas dari perjuangan para guru, orang tua murid, dan siswa yang selama ini mengharapkan fasilitas pendidikan yang layak untuk menunjang proses belajar mengajar.
“Semua ini karena kasih karunia Tuhan. Itu sebabnya kita harus bersyukur kepada Tuhan yang mengizinkan semua ini terjadi, secara khusus bagi keluarga besar SMA Negeri 1 Kota Sorong,” ujanya.
Dijelaskan bahwa, pembangunan gedung tersebut dilakukan melalui mekanisme hibah karena kewenangan pengelolaan pendidikan SMA dan SMK saat ini masih berada di pemerintah kabupaten dan kota.
Gubernur Elisa mengakui Pemprov PBD memiliki kemampuan untuk mendukung pembangunan fasilitas pendidikan.
Namun, keterbatasan kewenangan membuat dukungan tersebut harus disalurkan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan.
Karena itu, ia meminta dukungan seluruh pihak agar perjuangan mengembalikan kewenangan pengelolaan SMA dan SMK kepada pemerintah provinsi dapat terwujud.
“Kami sedang berjuang supaya SMA dan SMK dikembalikan ke provinsi. Ini sedang kita perjuangkan terus,” cetusnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Elisa juga menyampaikan rencana pembangunan aula SMA Negeri 1 Kota Sorong pada tahun mendatang.
Pemprov PBD saat ini tengah membangun aula untuk SMA Negeri 3 Kota Sorong dan SMK Negeri 1 Kota Sorong.
Sementara itu, rencana pembangunan aula untuk SMA Negeri 1 Kota Sorong diharapkan dapat direalisasikan pada tahun berikutnya.
Ia menilai SMA Negeri 1 Kota Sorong memiliki nilai historis penting dalam perkembangan pendidikan di Tanah Papua.
Sekolah tersebut telah melahirkan banyak alumni yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Karena itu, ia meminta seluruh keluarga besar sekolah menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun dengan baik.
Menurut Elisa, ketersediaan sarana pendidikan yang memadai harus diikuti dengan eningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi siswa.
Ia mengingatkan para guru dan siswa agar menjadikan gedung baru tersebut sebagai motivasi untuk meningkatkan mutu pendidikan, bukan sekadar fasilitas tambahan.
“Kalau fasilitas sudah memadai, sekolah ini juga harus dibuat supaya banyak orang ingin datang ke sekolah ini, terutama dalam mempersiapkan kualitas,” ujarnya.
Elisa berharap keberadaan delapan ruang kelas baru tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran sekaligus memperkuat peran SMA Negeri 1 Kota Sorong sebagai salah satu sekolah bersejarah di Papua.
Peresmian gedung ini menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang lebih baik di Provinsi Papua Barat Daya.
KENN












