Kadis Koperasi Ingatkan Jangan Main-Main, RAT Jadi Momentum Evaluasi

IMG 20260923 WA0054

Koreri.com, Timika – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Mimika menegaskan pentingnya pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai momentum untuk memastikan koperasi tidak hanya memiliki badan hukum, tetapi benar-benar hidup, sehat, transparan, dan memberikan manfaat bagi anggotanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (23/9/2026).

Menurut Samuel, RAT menjadi salah satu instrumen penting untuk mengevaluasi kondisi koperasi, mulai dari administrasi, pengelolaan organisasi hingga pengelolaan keuangan.

Ia menegaskan, koperasi yang tidak melaksanakan RAT akan sulit memastikan apakah seluruh proses pengelolaannya berjalan sesuai dengan kepentingan anggota.

“RAT itu merupakan salah satu keputusan yang tertinggi dalam pengambilan, pembahasan, pengelolaan, bahkan administrasi koperasi,” tegas Samuel.

Karena itu, seluruh koperasi di Kabupaten Mimika didorong melakukan evaluasi secara menyeluruh.

Evaluasi tersebut mencakup aspek administrasi, pengelolaan keuangan, hingga efektivitas dan efisiensi pengelolaan koperasi.

Samuel menekankan, prinsip transparansi dan akuntabilitas harus menjadi dasar utama dalam pengelolaan koperasi. Keuangan koperasi, kata dia, harus dikelola secara terbuka dan sesuai dengan kepentingan seluruh anggota.

Samuel menilai tantangan koperasi di Mimika bukan sekadar bagaimana membentuk koperasi baru, tetapi bagaimana memastikan koperasi yang sudah ada benar-benar menjalankan kegiatan dan memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya.

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan UMKM, lanjutnya, berkomitmen memberikan pendampingan melalui materi dan pembinaan, termasuk menghadirkan narasumber dari kementerian serta membangun kemitraan dengan pemerintah daerah dan badan usaha milik negara.

Pembinaan tersebut diharapkan dapat menjangkau koperasi yang berada di wilayah kota, pesisir maupun pegunungan.

“Bagaimana koperasi-koperasi yang ada di gunung, pesisir, bahkan di wilayah kota ini bisa mengikuti materi yang kami hadirkan dari kementerian,” ujarnya.

Menurutnya, pemerataan pembinaan menjadi penting agar koperasi di berbagai wilayah Kabupaten Mimika memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Samuel juga melontarkan pesan tegas kepada seluruh pengurus koperasi dan pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan koperasi agar tidak menjadikan koperasi sekadar formalitas.

“Kalau kita bicara koperasi, tidak ada ruang untuk kita main-main,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota koperasi menjadikan RAT sebagai ruang untuk melakukan evaluasi secara terbuka, menyampaikan kondisi koperasi, membahas pengelolaan keuangan, sekaligus menentukan langkah koperasi ke depan.

Baginya, koperasi tidak akan berkembang apabila hanya berdiri di atas dokumen dan kepengurusan tanpa aktivitas ekonomi yang jelas.

Samuel juga mengajak masyarakat di Kabupaten Mimika, termasuk anak-anak muda dari tujuh suku serta warga Nusantara yang tinggal dan menjalankan aktivitas ekonomi di Mimika, untuk memanfaatkan peluang pengembangan koperasi dan UMKM.

Ia menilai masyarakat tidak perlu terjebak pada perbedaan latar belakang ketika berbicara mengenai pengembangan ekonomi daerah.

“Ini waktunya kita bersaing dengan sehat. Sehingga koperasi Mimika ini bisa bertumbuh dan berkembang,” katanya.

Samuel menegaskan, koperasi dan UMKM harus menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk membangun kekuatan ekonomi secara kolektif.

Menurutnya, masyarakat di pesisir, pegunungan maupun perkotaan memiliki kesempatan yang sama untuk mengambil bagian dalam pengembangan koperasi dan UMKM.

“Pemerintah yang Cari UMKM, Bukan UMKM yang Cari Pemerintah”

Samuel juga menyoroti komitmen pemerintah daerah dalam membuka akses bagi pelaku UMKM.

Ia menyebut, di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Mimika saat ini, pemerintah daerah berupaya membuka ruang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

“Pemerintah yang cari UMKM, bukan UMKM yang cari pemerintah,” ujarnya.

Menurut Samuel, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan masyarakat dengan serius. Pelaku UMKM maupun koperasi diminta tidak menyia-nyiakan ruang yang telah dibuka pemerintah.

Ia menilai keberhasilan program koperasi dan UMKM pada akhirnya sangat bergantung pada kemauan masyarakat untuk terlibat, berorganisasi, memenuhi kewajiban administrasi, serta mengelola usaha secara profesional.

Karena itu, ia kembali mengajak seluruh koperasi di Kabupaten Mimika menjadikan RAT bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sebagai forum untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan koperasi sekaligus menentukan arah pengembangan usaha.

“Waktunya kita bersaing, waktunya kita bergabung dalam UMKM dan waktunya bergabung dalam koperasi,” pungkas Samuel.

NUEL