Air Bersih Toisapu Ditarget Mengalir Oktober, Perumdam-Swenly Hursepuny Bergerak

IMG 20260928 WA0030

Koreri.com, Ambon – Harapan sekitar 200 kepala keluarga (KK) di Dusun Toisapu, Negeri Hutumuri, Kota Ambon, untuk kembali menikmati layanan air bersih mulai menemukan titik terang.

Perumdam Tirta Yapono menargetkan layanan air bersih di wilayah tersebut kembali berfungsi dan memenuhi kebutuhan masyarakat pada Oktober 2026.

Plt. Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima, mengatakan penanganan persoalan air bersih di Toisapu merupakan tindak lanjut perhatian Pemerintah Kota Ambon terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Pengembangan di Hutumuri akan kita lakukan di Dusun Toisapu. Ini bagian daripada janji Pak Wali Kota kepada warga masyarakat di Toisapu ketika mereka bertemu dengan Pak Wali terkait masalah air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” kata Piet, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, Wali Kota Ambon kemudian meminta Perumdam Tirta Yapono segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

Perumdam selanjutnya melakukan evaluasi dan koordinasi di lapangan bersama pemerintah dusun dan masyarakat.

Koordinasi juga melibatkan Anggota DPRD Kota Ambon dari Dapil Sirimau I, Swenly Hursepuny, yang merupakan masyarakat Negeri Hutumuri.

Piet menjelaskan, jaringan infrastruktur air bersih di Toisapu sebenarnya sudah tersedia.

Namun, terdapat sejumlah fasilitas yang membutuhkan perbaikan agar dapat kembali berfungsi optimal.

“Infrastrukturnya sudah terpasang, hanya perlu perbaikan. Ada bak penampung kurang lebih 100 kubik, namun mengalami kebocoran. Semoga dapat terselesaikan dengan baik,” jelasnya.

Ia mengatakan Perumdam akan memaksimalkan kemampuan teknis dan sumber daya yang dimiliki untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut.

“Target kita sampai dengan bulan Oktober masyarakat di daerah tersebut sudah mendapatkan air bersih sesuai dengan kebutuhan,” tegas Piet.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Ambon, Swenly Hursepuny, menegaskan bahwa persoalan air bersih harus menjadi perhatian serius karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Sebagai warga Negeri Hutumuri, Swenly menyatakan akan terus mengawal proses penanganan bersama Perumdam, pemerintah dusun dan masyarakat.

“Air bersih ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kita akan terus kawal proses penanganannya bersama Perumdam, pemerintah dusun dan masyarakat,” ujar Swenly.

Ia berharap target Oktober yang disampaikan Perumdam dapat direalisasikan sehingga sekitar 200 KK di Toisapu kembali memperoleh layanan air bersih.

Swenly juga menyebutkan adanya Pokok Pikiran (Pokir) yang telah disiapkan untuk mendukung pengembangan dan penyelesaian persoalan air bersih di wilayah tersebut.

“Yang terpenting sekarang bagaimana koordinasi ini terus berjalan dan pekerjaan di lapangan bisa segera dilakukan. Kita ingin masyarakat merasakan langsung manfaat dari penanganan ini,” katanya.

Ia menambahkan, sinergi antara DPRD Kota Ambon, Pemerintah Kota Ambon, Perumdam Tirta Yapono, pemerintah dusun dan masyarakat perlu terus diperkuat.

Dengan jaringan yang sudah tersedia dan perbaikan fasilitas, terutama bak penampung berkapasitas sekitar 100 meter kubik yang mengalami kebocoran, masyarakat Toisapu kini menunggu realisasi target tersebut.

Jika pekerjaan berjalan sesuai rencana, Oktober 2026 menjadi momentum bagi sekitar 200 KK di Toisapu untuk kembali menikmati air bersih yang menjadi kebutuhan utama setiap hari.

JFL