Wabup Mimika Dorong SPPG Serap Pangan Lokal untuk Program MBG

IMG 20260928 WA0028
Wabup Mimika Emanuel Kemong saat memberikan keterangan pers / Foto : NUEL

Koreri.com, Timika – Wakil Bupati Emanuel Kemong mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) dan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika untuk lebih memanfaatkan pangan lokal dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dikatakan, Mimika memiliki berbagai potensi pangan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan SPPG, mulai dari sektor peternakan, perikanan hingga ketahanan pangan.

Hal itu disampaikan Wabup Kemong saat diwawancarai awak media usai apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima dalam pertemuan sebelumnya, baru sekitar 10 SPPG yang telah mengambil atau memanfaatkan pangan lokal dari sumber pangan yang tersedia di Mimika.

“Kita berharap teman-teman BGN dan semua SPPG yang ada ini supaya kita tidak ambil dari luar. Barang semua tersedia di Mimika,” ujar Wabup.

Ia menyebutkan, pemerintah daerah memiliki sejumlah perangkat daerah yang dapat mendukung penyediaan bahan pangan untuk kebutuhan MBG.

“Kita punya peternakan, kemudian ada perikanan, ada Dinas Ketahanan Pangan. Ada banyak sekali,” sebutnya.

Meski demikian, Wabup Emanuel mengaku pihaknya masih perlu melakukan pengecekan untuk mengetahui sejauh mana pangan lokal telah digunakan oleh SPPG dalam pengadaan bahan makanan.

“Kita belum cek apakah ini sudah mereka mengakomodir atau masih dari luar. Kita pastikan,” ujarnya.

Wabup menegaskan, Pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk menentukan pengadaan bahan pangan oleh BGN maupun SPPG. Pemkab Mimika hanya dapat memberikan dorongan agar potensi pangan yang tersedia di daerah dimanfaatkan.

“Kami hanya mengimbau. Kami tidak punya kewenangan sampai bilang harus. Kami hanya mendorong BGN, tolong bantu. SPPG tolong ambil di sini,” jelasnya.

Menurutnya, pemanfaatan pangan lokal tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan MBG, tetapi juga dapat membantu menggerakkan produksi dan perekonomian masyarakat di Mimika.

“Kalau sudah cukup barang yang bisa ada di sini, kenapa harus ambil dari luar?” tegas Wabup Emanuel.

Sementara terkait pelaksanaan program MBG di Mimika, Emanuel mengatakan hingga saat ini belum menerima laporan resmi mengenai keluhan dari pihak-pihak yang terlibat.

Ia mengatakan pemerintah daerah masih akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui perkembangan program tersebut di lapangan.

“Sampai hari ini belum. Kita belum monitor juga. Teman-teman di BGN juga belum. Saya coba nanti tanya,” katanya.

Wabup juga mengakui adanya dinamika di tengah masyarakat dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, terdapat kelompok yang mendukung program tersebut, namun ada pula yang menolaknya.

“Dinamikanya begini, ada kelompok yang minta, ada kelompok yang menolak,” ujarnya.

Pemda, lanjut Wabup, akan terus memantau pelaksanaan MBG sekaligus mendorong agar potensi pangan lokal Mimika dapat lebih banyak dimanfaatkan dalam program tersebut.

Ia berharap koordinasi antara Pemkab Mimika, BGN dan SPPG dapat berjalan sehingga pelaksanaan MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberi ruang bagi produk pangan lokal Mimika.

NUEL