Sidak BBM di Teluk Wondama, Cheroline Makalew Temukan Sejumlah Persoalan

IMG 20260809 WA0002 scaled
Kunjungan kerja anggota Komisi XII DPR RI Fraksi NasDem Dapil Papua Barat, Cheroline Chrisye Makalew,S.P di Kabupaten Teluk Wondama, Jumat (7/8/2026). Foto/Ist

Koreri.com, Wasior – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi NasDem, Cheroline Chrisye Makalew,S.P berkomitmen untuk mengawal aspirasi masyarakat terkait dengan persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di daerah pemilihannya, Provinsi Papua Barat.

Terbukti ketika legislator muda asal partai NasDem ini turun ke sejumlah Kabupaten di Papua Barat pastinya melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pertamina dan agen penyalur untuk mengecek langsung terlait dengan pendistribusiannya.

Hal ini yang dilakukan anggota DPR RI Cheroline Chrisye Makalew ke Wasior, Ibu Kota Kabupaten Teluk Wondama, Jumat (7/8/2026) langsung menggelar sidak dalam rangka pengecekan distribusi dan ketersediaan BBM.

Kegiatan sidak ini Legislator Cheroline didampingi Senior Branch Manager PT. Pertamina Manokwari, mereka mengunjungi beberapa Agen Penyalur BBM dan Minyak Tanah serta pengecer di Wasior.

Dalam keterangan persnya kepada Wartawan, Cheroline Makalew menjelaskan ditemukan beberapa hal di lapangan diantaranya keterlambatan penyediaan BBM ke Kabupaten Teluk Wondama, penyebabnya persoalan transportasi kapal, kemudian faktor cuaca dan Administrasi izin kapal syahbandar.

Cheroline Makalew Sidak BBM Teluk Wondama2“Dari jumlah 13 distrik, 9 diantaranya belum tersedia pangkalan bbm maupun minyak tanah dikarenakan beberapa distrik berada di kepulauan. Serta informasi dari masyarakat bahwa sering terjadi kelangkaan BBM. Pencatatan penggunaan BBM Subsidi masih melakukan pencatatan melalui offline/manual,” jelas Cheroline.

Di sisi lain, lanjut mantan anggota DPR Kabupaten Manokwari itu menjelaskan, ketersediaan BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Dexlite juga perlu menjadi perhatian karena saat ini masih terbatas.

Hal ini penting agar kebutuhan masyarakat maupun sektor industri tetap dapat terlayani. Untuk itu juga perlu agar izin operasi SPBU dalam rangka penyediaan nosel untuk pengisian BBM di Kabupaten Teluk Wondama dipercepat.

Ia berharap, BBM dapat tersalurkan tepat sasaran, baik penerima maupun manfaatnya. karena itu Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama bersama Pertamina perlu menerapkan kewajiban penggunaan QR Code bagi kendaraan yang membeli BBM bersubsidi, yaitu Solar Subsidi dan Pertalite, sebagai bagian dari Program Subsidi Tepat untuk memastikan penyalurannya sesuai dengan ketentuan.

RED