Pemkab Mimika Dorong Penguatan Hak dan Kedaulatan Masyarakat Adat

IMG 20260925 112648

Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika mendorong penguatan hak dan kedaulatan masyarakat adat Papua melalui dialog, musyawarah, serta keterlibatan aktif dalam proses pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau, S.Pd., saat membacakan sambutan Bupati Mimika pada pembukaan Workshop Sosialisasi dan Penguatan Kedaulatan Masyarakat Adat Papua di Tanah Papua, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Diana, Timika, tersebut diselenggarakan oleh Forum Pemilik Hak Sulung Tsingwarop.

Dalam sambutannya, Fransiskus menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Mimika kepada Forum Pemilik Hak Sulung Tsingwarop atas pelaksanaan workshop tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini penting untuk membangun pemahaman, komunikasi, dan kesepahaman bersama mengenai keberadaan, peran, serta hak-hak masyarakat adat Papua.

“Penguatan kedaulatan masyarakat adat perlu dipahami dalam kerangka penghormatan terhadap hak masyarakat adat, kepastian hukum, keadilan, perlindungan terhadap budaya dan kearifan lokal, serta keterlibatan masyarakat adat dalam proses pembangunan,” demikian inti sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Fransiskus.

Ia menjelaskan, masyarakat adat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial, budaya, dan sejarah Tanah Papua. Nilai-nilai adat, kearifan lokal, tanah, wilayah, budaya, serta kelembagaan adat perlu terus dihormati dan dijaga keberlangsungannya.

Kabupaten Mimika, lanjutnya, memiliki keberagaman suku, budaya, dan komunitas masyarakat adat.

Keberagaman tersebut menjadi kekayaan daerah yang perlu dipelihara bersama untuk mendukung pembangunan Mimika yang aman, damai, maju, dan sejahtera.

Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh mengabaikan keberadaan masyarakat adat.

Sebaliknya, masyarakat adat perlu diberikan ruang untuk berpartisipasi dan menyampaikan aspirasi dalam berbagai proses pembangunan yang berkaitan dengan kehidupan serta masa depan mereka.

NUEL