Koreri.com, Sorong– Open Tournament Federasi Olahraga Domino (ORADO) merebut Piala Panglima TNI tahun 2026 di Kota Sorong Provinsi Papua Barat Daya (PBD) resmi bergulir.
Sebanyak 256 pasang dari berbagai kalangan terlibat dalam Open Tournament Domino Orado 101 Piala Panglima TNI 2026 di Aula Yonif 762/VYS, Kota Sorong, Papua Barat Daya (PBD), Sabtu (26/9/2026).
Turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-81 TNI yang digelar serentak di 101 titik di Indonesia dan menjadi upaya Orado mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui jumlah peserta.
Ketua ORADO PBD, Raymond Karubaba mengatakan setiap titik ditargetkan minimal diikuti 64 pasangan.

Dengan 101 titik, total peserta yang ditargetkan mencapai lebih dari 6.400 pasangan.
“Di Papua Barat Daya sendiri sebanyak 256 pasangan. Di Sulawesi malah hampir seribu pasangan. Secara nasional, untuk memenuhi standar memecahkan rekor MURI itu sudah masuk,” kata Raymond.
Mantan aktivis GMNI ini menyebutkan seluruh peserta turnamen harus terdata sebagai atlet Orado dan memiliki kartu anggota atau kartu atlet.
Sistem tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju pembinaan olahraga domino untuk Pra-PON dan PON 2028.
Karubaba berharap domino yang selama ini dikenal sebagai permainan masyarakat di warung kopi dan tempat nongkrong dapat “naik kelas” menjadi olahraga yang lebih formal dan terorganisasi.

“Domino atau gaplek ini permainan rakyat. Tapi ini naik kelas. Kita berharap permainan ini bukan sekadar permainan pinggiran, tetapi mulai dibawa ke ruang formal,” ujarnya.
Ia menyebut Orado telah ditetapkan sebagai salah satu cabang olahraga yang diakui KONI pada Juli 2026. Kedepan, pembinaan juga diarahkan ke sekolah dan perguruan tinggi.
Sementara itu, Dandim 1802/Sorong Letkol Inf Nehemia Urim Perdana mengapresiasi kerja sama Orado dan TNI dalam penyelenggaraan turnamen tersebut.
Menurut Nehemia, domino tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi dapat menjadi sarana rekreasi, pemberdayaan UMKM sekaligus penjaringan calon atlet.
“Selain kita berekreasi, memuntar otak, membuat otak kita bekerja, kita juga bisa mendapatkan bibit-bibit calon atlet yang bisa kita ikutkan untuk pertandingan ke depannya seperti PON 2028,” pungkasnya.
Turnamen yang berlangsung hingga Minggu, (27/9/2026) tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat pembinaan olahraga domino sekaligus mempererat hubungan TNI dengan masyarakat di Papua Barat Daya.
ZAN












