Wabup Kemong: Tanah Adat Bukan untuk Dijual, Ini Jadi Prioritas 2027 !

Wabup EK LEMASMOS2
Momen peresmian Kantor LEMASMOS oleh Wabup Mimika Emanuel Kemong di Jalan Trans Nabire, Sabtu (26/9/2026) / Foto: NUEL

Koreri.com, Timika  – Wakil Bupati Emanuel Kemong menegaskan masyarakat harus menjaga tanah dan wilayah adatnya sekaligus mulai membangun kawasan masing-masing secara mandiri.

Ia lantas mengingatkan masyarakat khususnya generasi muda agar tidak menjadikan tanah sebagai barang yang mudah diperjualbelikan.

Hal itu disampaikannya saat membuka peresmian Kantor Lembaga Masyarakat Suku Muni Selatan (LEMASMOS) sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Koperasi LEMASMOS di Jalan Trans Nabire, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Kemong menyampaikan permohonan maaf Bupati Mimika Johannes Rettob yang tidak dapat hadir. Ia mengatakan kehadirannya dalam kegiatan tersebut telah dikoordinasikan bersama Bupati.

Menurutnya, kehadiran Pemerintah juga merupakan bagian dari upaya menjaga situasi keamanan sekaligus memastikan masyarakat dapat terus melakukan aktivitas pembangunan di kawasan tersebut.

Wabup Kemong mengapresiasi masyarakat, pengurus LEMASMOS, tokoh agama, tokoh masyarakat, kaum perempuan serta seluruh pihak yang telah bergotong royong membangun kantor LEMASMOS.

Ia menilai berdirinya kantor LEMASMOS dan dimulainya pembangunan koperasi merupakan langkah awal masyarakat untuk membangun masa depan kawasan tersebut.

Karena itu, masyarakat tegas Wabup Kemong, tidak boleh hanya menunggu Pemerintah datang membawa pembangunan. Masyarakat harus menunjukkan terlebih dahulu kemauan dan aktivitas nyata dalam membangun wilayahnya.

Wabup EK LEMASMOS3
Peletakan batu pertama pembangunan Koperasi LEMASMOS / Foto : NUEL

“Yang kita butuh bukan orang tinggal di pinggir-pinggir, jauh-jauh baru berteriak-teriak. Harus mulai dari kita sendiri dulu. Sudah mulai bergerak seperti ini, masyarakat sudah kumpul dan melakukan sesuatu. Ini yang dibutuhkan di zaman hari ini,” tegasnya.

Menurut Wabup Kemong, masyarakat yang sudah mulai bergerak dan bekerja membangun daerah akan lebih mudah mendapatkan dukungan dari pemerintah.

“Tidak hanya menunggu. Kalau menunggu terus, dia akan terlewat. Tapi mulai dengan aktivitas, mulai dengan keringat dulu, baru nanti yang lain akan ditambahkan,” pintanya.

Dalam sambutannya, Wabup Kemong juga menyinggung persoalan wilayah yang menurutnya berkaitan dengan tiga kabupaten, yakni Mimika, Dogiyai dan Paniai.

Ia menyebut pemerintah daerah telah mengambil langkah untuk menjaga kawasan tersebut melalui penempatan Jerry dan Primoz.

“Ini menjadi tempat yang sedang dalam konflik, konflik antara tiga kabupaten Mimika, Dogiyai, Paniai menyangkut wilayah. Karena itu Pak Bupati ambil kebijakan supaya Jerry dengan Primoz pergi jaga tempat ini dulu,” jelasnya.

Wabup Kemong menegaskan pembangunan di kawasan tersebut tetap dapat dilakukan dengan dukungan berbagai pihak. Namun, menurutnya, persoalan hak dan batas wilayah tidak boleh dipertukarkan dengan program pembangunan.

“Program datang bantu kamu boleh, tapi tidak bicara tentang hak ulai tempat ini. Itu wilayah Mimika. Kalau mereka mau bantu program, tidak apa-apa. Pemerintah pusat juga bantu, provinsi juga bantu, Mimika bantu, semua ramai-ramai tidak apa-apa. Tapi yang dibicarakan adalah tapal batas wilayah itu sudah harga mati,” tegasnya.

Wabup Kemong meminta masyarakat menjaga dan melindungi kawasan tersebut agar pembangunan dapat berjalan.

Wabup EK LEMASMOS
Momen penyambutan / Foto : NUEL

“Tempat ini jaga baik, lindungi baik, dan pembangunan kita mulai akan kerjakan,” sahutnya.

Pesan lain disampaikannya kepada generasi muda agar tidak menjual tanah yang dimiliki.

Wabup Kemong mengingatkan tanah merupakan aset penting yang harus dipertahankan untuk kehidupan masyarakat dan generasi mendatang.

“Setelah tempat ini ada, jangan mau lepas-lepas jual tanah di tempat ini. Tidak usah lagi buat jual-jual. Kalau jual, mau lari ke mana lagi nanti?” imbuhnya.

Wabup Kemong juga meminta generasi muda menjauhi kebiasaan yang dapat menghambat pembangunan.

“Anak muda jangan jual tanah. Anak-anak muda jangan mau minum-minum. Berhenti. Itu yang saya mau tegaskan. Lindungi orang tua, rangkul mereka dan bangun tempat ini,” cetusnya.

Lebih lanjut, Wabup Kemong mengatakan Pemkab Mimika akan memberikan perhatian terhadap pembangunan kawasan tersebut dalam penyusunan program APBD 2027.

Ia menjelaskan pembangunan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembentukan kampung dan pemerintahan kampung, pembangunan perumahan, pendidikan, kesehatan hingga infrastruktur pendukung lainnya.

“Saya pastikan untuk tahun ini kelihatan agak kesulitan untuk membangun karena ini bicara tentang dana. Tetapi dalam waktu dekat, dalam penyusunan program APBD tahun 2027, tempat ini menjadi prioritas untuk kita mulai pembangunan,” ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan akan diawali dengan penataan kampung dan pemerintahan kampung, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan rumah, pendidikan, kesehatan serta fasilitas lainnya secara bertahap.

Wabup Kemong juga mengajak pengurus LEMASMOS, tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat untuk terus berkomunikasi dengan pemerintah jika terdapat persoalan di lapangan.

Ia berharap masyarakat dan pemerintah dapat bersama-sama menjaga keamanan sekaligus mengawal pembangunan kawasan secara berkelanjutan.

“Mohon dukungan dari semua. Jaga tempat ini baik-baik. Kita sama-sama membangun tempat ini,” pungkasnya.

NUEL