Koreri.com, Timika – Aksi coret-coret atau vandalisme masih ditemukan di sejumlah fasilitas umum (fasum) dan ruang publik di Kota Timika.
Coretan terlihat di beberapa titik dan menjadi salah satu persoalan yang masih dihadapi Pemerintah daerah dalam menjaga keindahan kota.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mimika, Yulius Koga, mengatakan aksi vandalisme hampir ditemukan di berbagai wilayah kota.
Namun, petugas mengalami kesulitan untuk menemukan pelaku karena waktu aksi dilakukan tidak menentu.
“Kalau coret-mencoret ini kan hampir seluruh kota ini. Ada, cuma memang waktunya yang tidak tentu. Kesulitannya di situ,” ujar Yulius saat ditemui awak media usai apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (28/9/2026).
Menurut Yulius, Satpol PP tetap melakukan patroli setiap hari menggunakan kendaraan untuk memantau kondisi di sejumlah ruas jalan dan fasum.
“Untuk patroli pantau itu setiap hari juga kami lakukan dengan kendaraan-kendaraan, jalan putar,” katanya.
Meski demikian, patroli yang dilakukan belum selalu dapat menemukan pelaku. Sebab, aksi coret-coret biasanya dilakukan ketika kondisi di sekitar lokasi sedang sepi.
Salah satu lokasi yang disebut cukup banyak terdapat coretan yakni kawasan kantor perpustakaan.
“Yang di kantor perpustakaan itu sudah coret-core, sudah banyak sekali,” ungkapnya.
Yulius menjelaskan, kawasan perpustakaan justru cukup ramai, terutama pada sore hari karena sering digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, termasuk berolahraga.
“Memang agak susah di situ juga karena hampir setiap sore itu ramai di situ. Kadang juga dilakukan kegiatan-kegiatan, main bola dan lain-lain,” jelasnya.
Yulius menambahkan, Satpol PP tidak menempatkan personel secara khusus untuk berjaga di kawasan perpustakaan. Pengamanan di lokasi tersebut kemungkinan dilakukan oleh petugas keamanan perpustakaan.
“Kami tidak jaga di situ. Mungkin ada satpam atau security dari teman-teman perpustakaan yang jaga,” ujarnya.
Yulius mengajak masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa, untuk ikut menjaga kebersihan dan keindahan Kota Timika.
Menurutnya, aktivitas membuat karya seni atau melukis yang dilakukan secara positif tidak menjadi persoalan. Namun, coretan berupa nama maupun tulisan yang tidak jelas dan merusak fasum perlu dihentikan.
“Kembali ke kita, baik orang besar maupun anak-anak sekolah, kalau kita melukis yang bagus, hal-hal yang positif, tidak masalah. Tapi coret-coretan yang nama inilah, nama itulah, segala macam ini, mari kita sama-sama jaga kebersihan kota ini,” imbaunya.
Yulius berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga wajah Kota Timika agar tetap bersih, indah dan tertata, sehingga memberikan kesan baik bagi warga maupun orang yang datang berkunjung.
“Supaya orang yang datang juga lihatnya indah, rapi, teratur. Jadi kita sama-sama harus jaga keindahan kota,” katanya.
Yulius menegaskan, menjaga kebersihan dan keindahan kota bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau Satpol PP.
Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh masyarakat untuk mencegah vandalisme dan menjaga fasum.
“Tidak bisa hanya kami lakukan penertiban segala macam. Kita harus kerja sama semua pihak untuk jaga kota kita,” pungkasnya.
NUEL












