Koreri.com, Timika – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mencatat sebanyak 53 kasus kusta tipe multibasilar (MB) atau tipe basah sepanjang tahun 2026.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kabupaten Mimika, Kamaluddin, mengatakan kasus kusta yang ditemukan terdiri dari tipe multibasilar (MB) dan pausibasilar (PB).
“Yang multibasilar tipe basah di tahun ini ada 53,” ujar Kamaluddin saat ditemui awak media di Kantor Dinkes Mimika, Senin (28/9/2026).
Ia menjelaskan, lama pengobatan kusta berbeda sesuai dengan jenisnya. Untuk kusta tipe PB, pengobatan dilakukan selama enam bulan, sementara tipe MB membutuhkan waktu pengobatan yang lebih lama.
Kamaluddin mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas jika menemukan bercak putih pada kulit yang tidak terasa gatal maupun sakit.
“Kalau masyarakat punya bercak-bercak putih, tapi tidak gatal dan tidak sakit, bisa ke puskesmas untuk memastikan apakah kusta atau bukan,” jelasnya.
Menurutnya, pemeriksaan penting dilakukan karena kusta dapat menyebabkan mati rasa pada bagian tubuh yang terkena. Kondisi ini membuat penderita terkadang tidak menyadari adanya gejala.
“Kadang-kadang orang abaikan saja. Apalagi letaknya di belakang, misalnya di punggung, dia tidak lihat,” katanya.
Kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penularannya berkaitan dengan kontak erat dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
Karena itu, masyarakat yang tinggal serumah atau sering melakukan kontak dengan penderita kusta juga diimbau melakukan pemeriksaan apabila menemukan bercak atau tanda yang mencurigakan.
Dinkes Mimika memastikan pengobatan kusta tersedia secara gratis melalui fasilitas kesehatan.
“Datanglah ke puskesmas supaya diperiksa, karena kusta ini menular, tetapi proses menularnya lama,” ujar Kamaluddin.
Ia menambahkan, pengobatan hingga tuntas menjadi bagian penting dalam penanganan penderita sekaligus upaya memutus mata rantai penularan.
Berdasarkan pemantauan Dinkes Mimika, kasus kusta ditemukan di sejumlah wilayah kerja puskesmas, di antaranya Wania, Pasar Sentral, Karang Senang dan beberapa wilayah lainnya.
NUEL











