Koreri.com, Wasboli – Warga Wasboli, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di pinggir jalan masuk kawasan itu dari arah Kayeli, Jumat (6/11/2026) pagi.
Sekitar satu jam setelah penemuan, identitas korban mulai diketahui setelah pihak keluarga mengenali wajahnya.
Suasana haru menyelimuti lokasi kejadian ketika adik kandung korban, Ivan (24), mendatangi jasad kakaknya dan langsung menangis.
Korban diketahui bernama Gio (27), berasal dari Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan merupakan warga Suku Tolaki.
Jasad korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 06.10 WIT dalam posisi tengkurap di tepi jalan.
Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi kejadian, korban memiliki ciri-ciri fisik bertubuh pendek, berkulit putih, dan berambut lurus.
Darah terlihat mengucur dari bagian telinga kiri menuju wajah hingga ke tanah.
Di sekitar tubuh korban yang kematiannya masih menyisakan misteri ini juga ditemukan sejumlah barang, diantaranya sebuah handphone dan dua pasang sandal.
Salah satu sandal bertali berwarna kuning ditemukan di dekat kepala korban, sementara sandal lainnya terhempas sekitar tiga meter dari posisi tubuhnya.
Pasangan sandal kiri ditemukan sekitar enam meter di depan Warung Makan Indah.
Sekitar pukul 09.19 WIT, personel Polsek Waeapo tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi awal dan mengevakuasi jasad korban.
Berdasarkan keterangan Kajaga Polsek Waeapo, Aiptu Amirudin Soamole, jasad Gio selanjutnya dibawa ke Puskesmas Waelo sebelum dirujuk ke RSUD Namlea untuk menjalani autopsi.
Soamole menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi awal melalui layanan darurat 110 dan langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Terkait penyebab kematian korban, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan apakah terdapat unsur tindak pidana atau tidak.
“Kita belum bisa menyimpulkan apakah ini dibunuh atau tidak, bu,” sahut Soamole saat dikonfirmasi Koreri.com di Lokasi kejadian.
Sementara itu, adik kandung korban Ivan bersama iparnya, Sulhan mengaku sangat terpukul setelah mengetahui Gio ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Ivan menceritakan, dirinya pertama kali menerima informasi dari seorang penjual kue pada pagi hari yang memberitahukan adanya seseorang meninggal dunia di Wasboli.
“Saya sangat kaget dengan informasi pagi ini dari seorang penjual kue. Dia bilang ada orang meninggal di Wasboli. Saya terkejut karena firasat saya kuat bahwa kemungkinan itu kakak saya. Sebab, dia keluar dari tenda sejak malam sekitar pukul 22.00 WIT setelah berpamitan. Saya sempat meminta ikut, tetapi dia tidak mau. Akhirnya, dia keluar sendiri dan sampai pukul 08.00 WIT belum juga kembali ke tenda kami di Anahoni,” ungkap Ivan lirih.
Ia mengaku semakin terpukul karena selama ini kakaknya biasanya sudah kembali sebelum subuh apabila bepergian pada malam hari.
“Padahal kalau Gio pergi malam, dia biasanya pulang sebelum subuh. Kalau saya tahu akan begini, saya tidak akan mengizinkan dia keluar malam sendirian,” ujar Ivan yang akhirnya menitikkan air mata sedih.
Atas peristiwa tersebut, keluarga berharap misteri kematian Gio ini mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum untuk segera diungkap dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ini harus diproses lanjut. Ini nyawa. Jika tidak diproses, akan ada korban lain yang begitu-begitu terus,” tegas Sulhan, ipar korban.
Saat ditanya apakah mengenali sandal yang ditemukan di dekat tubuh korban, Sulhan hanya menggelengkan kepala sebagai tanda tidak mengetahui siapa pemilik sandal tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kematian Gio masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak kepolisian dan hasil autopsi.
Polisi diharapkan dapat mengungkap kronologi serta fakta-fakta di balik kematian pria berusia 27 tahun tersebut.
NKT












