Koreri.com, Jakarta — Dekranasda se-Provinsi Maluku memperkuat koordinasi dan sinergi untuk mendorong pengembangan kerajinan daerah, UMKM, serta ekonomi kreatif agar semakin berdaya saing.
Penguatan kolaborasi tersebut menjadi salah satu fokus dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Dekranasda se-Provinsi Maluku yang digelar di Anjungan Maluku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (28/9/2026).
Rakorda diikuti jajaran Dekranasda dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku, sekaligus menjadi ruang untuk bertukar informasi terkait program yang telah berjalan maupun yang akan dikembangkan di masing-masing daerah.
Ketua Dekranasda Kota Ambon, Lisa Wattimena, mengatakan kolaborasi antardaerah menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi kerajinan yang dimiliki Maluku.
“Rakorda ini menjadi momentum penting bagi kita untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi. Masing-masing daerah memiliki potensi kerajinan yang luar biasa, sehingga perlu terus dikembangkan dan dipromosikan agar semakin dikenal,” ujar Lisa.
Menurut Lisa, pengembangan industri kerajinan tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi. Aspek kualitas, inovasi, desain, kemasan hingga pemasaran juga perlu mendapat perhatian serius.
Hal ini penting agar produk kerajinan Maluku tidak hanya mempertahankan identitas budaya daerah, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pasar dan memiliki nilai tambah ekonomi.
“Kita harus terus mendorong para pengrajin untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi. Produk yang dihasilkan harus memiliki kualitas yang baik dan mampu mengikuti kebutuhan pasar, tanpa meninggalkan identitas dan ciri khas daerah,” katanya.
Lisa juga menilai Dekranasda memiliki peran strategis dalam membuka lebih banyak ruang bagi pengrajin dan pelaku UMKM untuk berkembang.
Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui pameran, promosi, pelatihan, pengembangan kapasitas, serta perluasan akses pemasaran, sehingga produk lokal memiliki peluang lebih besar menjangkau konsumen di luar daerah.
Ia berharap Rakorda tidak berhenti pada forum koordinasi, tetapi menghasilkan tindak lanjut berupa program konkret di masing-masing kabupaten/kota.
“Kita berharap apa yang dibahas dalam Rakorda ini tidak berhenti sebagai koordinasi saja, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para pengrajin dan pelaku UMKM,” tutur Lisa.
Rakorda Dekranasda se-Maluku diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem kerajinan daerah melalui kerja bersama antara pemerintah daerah, Dekranasda, pengrajin, pelaku UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dengan sinergi tersebut, produk kerajinan unggulan dari 11 kabupaten/kota di Maluku diharapkan semakin berkembang, memiliki daya saing, sekaligus mampu memperluas pasar hingga tingkat nasional.
JFL












