Maulid Nabi 1448 H, Majelis Ta’lim Al-Madinah Ambon Perkuat Akhlak dan Kepedulian Sosial

IMG 20260930 WA0067

Koreri.com, Ambon — Majelis Ta’lim Al-Madinah Pemerintah Kota Ambon menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi melalui kegiatan zikir dan doa bersama.

Kegiatan yang mengusung tema “Meladani Akhlak Mulia Rasulullah, Membangun SDM Berkualitas, Melayani Sepenuh Hati untuk Ambon Manise yang Inklusif dan Berkelanjutan” tersebut berlangsung di Lantai II Islamic Center Ambon, Rabu (30/9/2026).

Peringatan Maulid tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah SAW, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial sebagai wujud kepedulian Majelis Ta’lim Al-Madinah terhadap masyarakat.

Sebanyak 30 paket bantuan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama para pahlawan kebersihan Kota Ambon.

Para penerima bantuan di antaranya penyapu jalan, petugas yang mengangkut sampah dari lokasi ke kendaraan pengangkut, serta sejumlah warga kurang mampu.

Ketua Panitia Majelis Ta’lim Al-Madinah, Supmawaty, S.TP., M.Si, mengatakan kegiatan berbagi tersebut tidak semestinya dilihat dari besar kecilnya nilai bantuan, tetapi dari semangat kepedulian dan keikhlasan untuk berbagi dengan sesama.

“Jangan dilihat dari nilainya. Karena katong berbagi bukan hanya di tempat ini. Setiap kegiatan kita selalu melakukan pembagian dan berbagi kepada masyarakat,” ujar Supmawaty kepada sejumlah media usai kegiatan.

Menurutnya, sasaran kegiatan berbagi Majelis Ta’lim Al-Madinah selalu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Pada kegiatan sebelumnya, bantuan diarahkan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas. Penyaluran pun tidak hanya terpusat pada satu wilayah, tetapi menjangkau masyarakat di lima kecamatan di Kota Ambon.

Supmawaty menegaskan, semangat berbagi yang dilakukan Majelis Ta’lim Al-Madinah tidak dibatasi oleh latar belakang agama maupun kelompok tertentu.

“Kita berbagi bukan untuk kaum Muslim saja. Kita berbagi untuk semua. Ini bagian dari toleransi,” tegasnya.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Ambon yang mengedepankan masyarakat yang inklusif, berkelanjutan dan toleran.

“Ambon itu bukan satu suku dan bukan satu agama, tetapi heterogen. Dari perbedaan itu kita menjadi satu,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan berbagi akan terus dilaksanakan pada agenda-agenda berikutnya dengan sasaran dan bentuk kegiatan yang lebih beragam.

Tidak hanya paket sembako, Majelis Ta’lim juga berencana memberikan perhatian kepada anak-anak sekolah, anak yatim dan piatu, serta kelompok masyarakat lainnya yang membutuhkan.

Selain kegiatan sosial, Majelis Ta’lim Al-Madinah juga telah menyiapkan program pelatihan fardu kifayah yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.

Pelatihan tersebut akan memberikan pemahaman praktis mengenai tata cara pengurusan jenazah dalam Islam, mulai dari memandikan, mengafani hingga proses pemakaman.

Supmawaty menjelaskan, kegiatan tersebut diperlukan karena masih terdapat masyarakat maupun majelis-majelis taklim yang belum memahami secara menyeluruh tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan Islam.

“Banyak masyarakat dan majelis-majelis taklim yang mungkin masih kurang tahu cara memandikan jenazah seperti apa, cara istinja dan sebagainya. Karena itu kita melakukan pembelajaran,” jelasnya.

Peserta pelatihan nantinya menyasar pegawai Pemerintah Kota Ambon yang beragama Islam serta anggota majelis taklim.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap Pemerintah Kota Ambon dalam meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat.

Tidak hanya berbagi dan pelatihan fardu kifayah, Majelis Ta’lim Al-Madinah juga memiliki sejumlah agenda rutin, seperti wisata religi, kajian keagamaan dan pengajian Al-Qur’an setiap bulan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Majelis Ta’lim Al-Madinah terus mendorong agar nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW tidak berhenti pada peringatan Maulid, tetapi diwujudkan dalam kepedulian sosial, pelayanan, kebersamaan dan kehidupan yang toleran di Kota Ambon.

JFL