Ekonomi Buru-Bursel Masih Lesu, Pemerintah Didorong Perkuat UMKM

1790240006756

Koreri.com,Ambon — Perputaran ekonomi di Kabupaten Buru dan Buru Selatan (Bursel) masih menjadi persoalan yang paling dirasakan masyarakat.

Kondisi ini mencuat dalam agenda reses Anggota DPRD Maluku dari Daerah Pemilihan (Dapil) Buru-Bursel.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Maluku, Akmal Sudarsono Soulisa, mengatakan masyarakat mengeluhkan lesunya aktivitas ekonomi yang turut dipengaruhi kebijakan efisiensi fiskal pemerintah pusat maupun daerah.

“Yang paling banyak dirasakan masyarakat itu hampir sama, masalah perputaran ekonomi. Itu yang menjadi problem paling mendasar,” kata Akmal, Rabu (23/9/2026).

Menurut Akmal, ketergantungan daerah terhadap dana transfer membuat kebijakan efisiensi anggaran berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, ia meminta pemerintah lebih selektif dalam menjalankan program agar efisiensi tidak menghambat ekonomi rakyat.

“Program-program dari provinsi maupun nasional wajib mengutamakan UMKM dan perputaran pasar yang menyentuh langsung masyarakat,” tegasnya.

Akmal menyebut UMKM, petani dan nelayan harus menjadi prioritas karena menjadi sektor yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat di Buru dan Bursel.

Transportasi Mulai Membaik

Di sisi lain, kondisi konektivitas transportasi mulai menunjukkan perkembangan. Menurut Akmal, transportasi laut kini telah melayani masyarakat hingga tiga kali dalam sepekan, sementara penerbangan yang sebelumnya sempat terhenti kembali beroperasi dua kali dalam sepekan.

“Untuk transportasi laut sekarang satu minggu sudah tiga kali, jadi sudah lumayan. Pesawat juga sekarang sudah mulai oke, satu minggu dua kali,” ujarnya.

Ia berharap peningkatan konektivitas tersebut diikuti program pemerintah yang mampu menggerakkan perdagangan dan memperluas akses pasar bagi hasil pertanian, perikanan serta produk UMKM.

“Program-program dari provinsi, kabupaten dan pusat bisa menyentuh pasar, petani, nelayan dan UMKM yang sementara ini sedang membangun perputaran ekonominya, terutama di Buru Selatan,” pungkasnya.

RLS